May 8, 2026

Bursa Asia Dibuka Melemah Usai Ada Eskalasi Baru di Timur Tengah

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar Asia-Pasifik dibuka lebih rendah pada hari Jumat, karena kekhawatiran yang kembali meningkat atas perseteruan panas antara Iran dan AS di tengah gencatan senjata yang rapuh.
AS dan Iran saling baku tembak di Selat Hormuz, dengan masing-masing pihak mengklaim pihak lain yang memulai serangan tersebut.

Meskipun terjadi eskalasi, Presiden Donald Trump bersikeras bahwa gencatan senjata tetap berlaku, mengatakan bahwa serangan tersebut “hanya sentuhan ringan” selama panggilan telepon dengan seorang reporter pada Kamis malam.

Trump kemudian mengklaim dalam unggahan Truth Social berikutnya bahwa AS “benar-benar menghancurkan” pihak Iran yang terlibat dalam baku tembak tersebut, yang menurutnya termasuk kapal-kapal kecil dan drone yang “jatuh dengan sangat indah ke laut, seperti kupu-kupu yang jatuh ke kuburnya!”

Ia menegaskan kembali bahwa Iran akan menghadapi serangan lebih lanjut jika mereka tidak menyetujui kesepakatan nuklir.

“Sama seperti kita mengalahkan mereka lagi hari ini, kita akan mengalahkan mereka jauh lebih keras, dan jauh lebih kejam, di masa depan, jika mereka tidak menandatangani kesepakatan mereka, SECEPATNYA!” tulis Trump.

Harga minyak berjangka melonjak. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka untuk bulan Juni naik 2,23% menjadi $96,92 per barel. Harga minyak mentah Brent berjangka untuk bulan Juli naik 2,40% menjadi $102,46 per barel.

Indeks Kospi Korea Selatan turun 1,88% sementara indeks Kosdaq untuk perusahaan kecil naik 0,56%. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,62% di tengah aksi ambil untung setelah mencapai rekor tertinggi pada hari Kamis.

Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,88%.

Indeks Hang Seng Hong Kong berjangka berada di 26.285, lebih rendah dari penutupan terakhir indeks di 26.626,28.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 berjangka turun kurang dari 0,1%. Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average turun 12 poin, atau kurang dari 0,1%.

Selama sesi reguler Kamis, pasar saham S&P 500 turun 0,38% dan ditutup pada 7.337,11, tertekan oleh kerugian di Amazon serta saham-saham semikonduktor seperti Broadcom dan Micron Technology. Nasdaq Composite merosot 0,13% dan berakhir pada 25.806,20. Indeks yang didominasi saham teknologi ini juga mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa selama sesi tersebut. Dow Jones Industrial Average turun 313,62 poin, atau 0,63%, dan ditutup pada 49.596,97.

Berita Lainnya

Rupiah Assets Continue to Rally

May 8, 2026

Rupiah assets extended their rally on Thursday, with the JCI rising further, INDOGB yields declining across the curve, and the […]

Rupiah Assets Rally on Hopes of US-Iran Deal; SRBI Rates Continue to Rise Despite Lower BI Issuance

May 7, 2026

Rupiah assets rallied on Wednesday, with the JCI rising, INDOGB yields declining, and the rupiah rebounding against the USD, as […]

Berita Lainnya

Rupiah Assets Continue to Rally

May 8, 2026

Rupiah assets extended their rally on Thursday, with the JCI rising further, INDOGB yields declining across the curve, and the […]

Rupiah Assets Rally on Hopes of US-Iran Deal; SRBI Rates Continue to Rise Despite Lower BI Issuance

May 7, 2026

Rupiah assets rallied on Wednesday, with the JCI rising, INDOGB yields declining, and the rupiah rebounding against the USD, as […]

Scroll to Top