August 23, 2024

Rupiah Meriang ke Rp15.643 Gara-gara Polemik Revisi UU Pilkada

Jakarta, CNN Indonesia — Nilai tukar rupiah bertengger di Rp15.643 per dolar AS pada Jumat (23/5) pagi. Mata uang Garuda melemah 43 poin atau minus 0,28 persen dari posisi sebelumnya.Mayoritas mata uang di kawasan Asia bervariasi. Won Korea Selatan menguat 0,15 persen, baht Thailand plus 0,20 persen, yen Jepang plus 0,360,11 persen, dolar Singapura menguat 0,12 persen.Sedangkan ringgit Malaysia minus 0,18 persen, peso Filipina minus 0,21 persen, dan yuan China minus 0,02 persen.Sementara itu, mayoritas mata uang negara maju menguat. Euro Eropa menguat 0,12 persen, dolar Kanada 0,13 persen, dolar Australia 0,15 persen, dan poundsterling Inggris 0,11 persen, franc Swiss 0,11 persen.Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong mengatakan rupiah melemah terhadap dolar AS karena investor masih mengkhawatirkan polemik UU Pilkada.”Walau situasi politik seputar polemik UU pilkada sudah mereda namun masih menyisakan kekhawatiran dan ketidakpastian ke depannya,” katanya kepada CNNIndonesia.com.Hari ini, ia memperkirakan rupiah bergerak di rentang Rp15.600-Rp15.700 per dolar AS.

Berita Lainnya

IHSG Berpotensi Turun Hari Ini

April 29, 2026

Jakarta, CNN Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan Rabu (29/4).Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan […]

Bahana Sekuritas Fixed Income Morning Flash

April 29, 2026

Full Report:EN : bit.ly/FIMF20260429enIN : bit.ly/FIMF20260429in Market Brief Indonesia’s local currency bond market closed on a mixed tone, with government […]

Berita Lainnya

IHSG Berpotensi Turun Hari Ini

April 29, 2026

Jakarta, CNN Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan Rabu (29/4).Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan […]

Bahana Sekuritas Fixed Income Morning Flash

April 29, 2026

Full Report:EN : bit.ly/FIMF20260429enIN : bit.ly/FIMF20260429in Market Brief Indonesia’s local currency bond market closed on a mixed tone, with government […]

Scroll to Top