August 6, 2021

4 Kuartal Minus, Ekonomi Jakarta Tumbuh 10,91% di Kuartal II-2021

Jakarta – Pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta sebesar 10,91% secara year on year pada kuartal II-2021. Pertumbuhan ekonomi Jakarta lebih tinggi dari nasional yang sebesar 7,07%.Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Sri Haryati menjelaskan ekonomi Jakarta pada kuartal II-2021 tumbuh setelah empat kali minus pada 2020.”Selama empat kuartal ke belakang, pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta nilainya minus. Alhamdulillah, atas kerja keras kita bersama, pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta pada kuartal II-2021 nilainya positif dan tumbuh double digit secara YoY, yakni 10,91%,” kata Sri Haryati dalam keterangan tertulis, Jumat (6/8/2021).Sri memaparkan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini didorong sejumlah faktor, di antaranya, momen Idul Fitri 1442 H, pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 serta relaksasi perpajakan kendaraan bermotor (PPnBM) yang dilakukan sejak Maret 2021.Kemudian, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Harga Berlaku DKI Jakarta pada kuartal II-2021 sebesar Rp 721,5 triliun. Pada PDRB menurut lapangan usaha, industri pengolahan penyumbang sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 2,54%.Selanjutnya, bidang perdagangan sebesar 2,01%, industri penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 1,59%, industri transportasi dan pergudangan sebesar 1,25% dan lain-lain sebesar 3,51%.Sri menjelaskan, pada PDRB menurut pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) menjadi penyumbang tertinggi untuk pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta dengan kontribusi sebesar 5,14%.Selanjutnya, pengeluaran konsumsi pemerintah berkontribusi sebesar 3,01 persen, pembentukan Modal Tetap Bruto berkontribusi sebesar 2,05% dan lainnya sebesar 0,71%.”PKRT tumbuh cukup tinggi di kuartal II-2021 ini karena didorong fenomena jumlah pelanggan listrik untuk rumah tangga tumbuh positif, jumlah pengunjung rekreasi meningkat dan konsumsi internet rumah tangga untuk pendidikan dan pekerjaan meningkat. Hal ini seiring dengan adanya kebijakan Bekerja Dari Rumah (WFH) dan Sekolah Dari Rumah (SFH),” imbuhnya

Berita Lainnya

Rupiah Asset Classes Weakened amid Continued Foreign Equity Outflows and a Stronger US Dollar

June 25, 2026

Rupiah-denominated assets weakened on Wednesday, with the JCI declining, government bond yields rising, and the rupiah depreciating against the US […]

Ekonom: Kenaikan BI Rate Jadi Langkah Rasional untuk Jaga Rupiah

June 24, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75% melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) […]

Berita Lainnya

Rupiah Asset Classes Weakened amid Continued Foreign Equity Outflows and a Stronger US Dollar

June 25, 2026

Rupiah-denominated assets weakened on Wednesday, with the JCI declining, government bond yields rising, and the rupiah depreciating against the US […]

Ekonom: Kenaikan BI Rate Jadi Langkah Rasional untuk Jaga Rupiah

June 24, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75% melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) […]

Scroll to Top