March 16, 2021

BPS Sebut Surplus Neraca Dagang Tanda Pemulihan Ekonomi

Jakarta, CNN Indonesia — Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan surplus neraca dagang senilai US$2 miliar pada Februari 2021 menandakan Indonesia sudah mulai memasuki tahap pemulihan ekonomi usai tertekan pandemi virus corona atau covid-19.Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan surplus neraca dagang memberi sinyal pemulihan ekonomi karena nilainya lebih tinggi dari periode yang sama pada tahun lalu. Pada Januari-Februari 2020, surplus neraca dagang hanya sekitar US$1,88 miliar.Sementara pada dua bulan pertama tahun ini, nilainya mencapai US$3,96 miliar. Selain itu, performa dari masing-masing sisi, baik ekspor dan impor juga tumbuh secara tahunan, meski sedikit terkoreksi secara bulanan dari Januari 2021.Secara tahunan, ekspor Indonesia ke sejumlah negara mitra dagang naik 8,56 persen menjadi US$15,27 miliar bila dibandingkan Februari 2020. Begitu pula dengan impor, secara tahunan naik 14,86 persen menjadi US$13,26 miliar.”Dengan memperhatikan performa ekspor yang naik 8 persen dari semua sektor, kemudian impor naik, saya akan mengatakan iya, ini menunjukkan geliat berbagai sektor dan investasi di dalam negeri mulai bergerak,” kata Suhariyanto saat konferensi pers virtual, Senin (15/3).Ia memandang peningkatan impor menunjukkan bahwa industri mulai mengisi lagi bahan baku untuk memenuhi produksi. Buktinya, impor bahan baku naik 11,53 persen menjadi US$9,89 miliar secara tahunan dibandingkan 2020.Bahkan, impor barang modal naik lebih tinggi, yaitu mencapai 17,68 persen secara tahunan menjadi US$2,15 miliar. Aliran impor barang modal utamanya berupa mesin-mesin dari sejumlah negara.”Impor barang modal naik 9 persen, ini yang naik berupa telepon seluler dari China, impor mesin motor dari Filipina, mesin dari Jepang, kapal tanker dari Singapura, dan mesin dari Amerika Serikat,” jelasnya.Di sisi lain, ia melihat surplus neraca dagang dari ekspor dan impor yang naik secara tahunan ini sejatinya juga sejalan dengan kenaikan indeks PMI Indonesia. Artinya, terbukti bahwa industri mulai menggeliat lagi usai setahun didera pandemi covid-19.”Ini sejalan dengan PMI yang Januari mencapai 52,2, Februari 50,9, artinya masih pada level ekspansi. Jadi saya setuju, performa ekspor impor bulan ini menggembirakan apalagi masih surplus US$2 miliar,” terangnya.Suhariyanto mengatakan optimisme industri untuk bergerak lagi juga didukung oleh program vaksinasi nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah. Hal ini memberi angin segar bagi investasi juga.

Berita Lainnya

Bursa Asia Mayoritas Melemah, Tertekan Harga Minyak

April 30, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Pasar Asia-Pasifik dibuka mayoritas melemah pada perdagangan Kamis, (30/4/2026) mengikuti penurunan indeks utama Wall Street semalam. Sentimen […]

BNIS Fixed Income Daily Report

April 30, 2026

Bond Market Review (Wednesday,04/29) Prices of Government Debt Securities (SUN) extended their weakening trend in yesterday’s trading session. PHEI data […]

Berita Lainnya

Bursa Asia Mayoritas Melemah, Tertekan Harga Minyak

April 30, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Pasar Asia-Pasifik dibuka mayoritas melemah pada perdagangan Kamis, (30/4/2026) mengikuti penurunan indeks utama Wall Street semalam. Sentimen […]

BNIS Fixed Income Daily Report

April 30, 2026

Bond Market Review (Wednesday,04/29) Prices of Government Debt Securities (SUN) extended their weakening trend in yesterday’s trading session. PHEI data […]

Scroll to Top