Januari 30, 2026

Dorong Likuiditas Bank Syariah, Himdasun Gaet Apuvindo Dorong SiPA dan Repo Syariah

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perhimpunan Pedagang Surat Utang (Himdasun) bersama Asosiasi Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Indonesia (Apuvindo) dengan dukungan penuh dari Bank Indonesia (BI), menyelenggarakan webinar sosialisasi instrumen Pasar Uang Antarbank Berdasarkan Prinsip Syariah (PUVA Syariah).

Fokus utama kegiatan ini adalah pengenalan instrumen Sertifikat Pengelolaan Dana Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiPA) dan Repo Syariah sebagai solusi pengelolaan likuiditas bagi Bank Umum Konvensional (BUK), Bank Umum Syariah (BUS), dan Unit Usaha Syariah (UUS).

Ketua Umum Himdasun, sekaligus Koordinator Komite 3 APUVINDO, Itang Rusdinar menekankan bahwa inisiatif ini merupakan upaya bersama untuk memperkuat fondasi pasar keuangan syariah nasional.

“Pasar uang adalah penopang utama likuiditas dan stabilitas sistem keuangan. Melalui sosialisasi ini, kami berharap para pelaku pasar dapat mengoptimalkan pengelolaan likuiditas antarbank dengan instrumen yang aman, terstruktur, dan sesuai dengan ketentuan syariah,” ujar Itang dalam keterangannya, Kamis (29/1).

Instrumen SiPA hadir sebagai inovasi yang menggunakan akad Wakalah bi al-Istitsmar. Berbeda dengan instrumen sebelumnya seperti SIMA atau SiKA yang bersifat tidak terjamin, SiPA merupakan instrumen yang terjamin dengan agunan Surat Berharga Syariah (SBS) seperti SBSN, Sukuk Bank Indonesia (SukBI), atau Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI).

Beberapa poin utama terkait implementasi SiPA yang dibahas dalam webinar meliputi, keunggulan strategis dengan memberikan keamanan pendanaan jangka pendek melalui mekanisme pledging agunan SBS di sistem BI-SSSS.

Kemudian unsur fleksibilitas karena tersedia dalam dua tipe transaksi. Baik untuk pembelian SBSN (Tipe 1) maupun pembiayaan kegiatan usaha bank (Tipe 2), dengan jangka waktu mulai dari overnight hingga satu tahun.

Lalu infrastruktur modern. Dia bilang, seluruh rangkaian transaksi, mulai dari inisiasi, pengelolaan agunan, hingga penyelesaian akhir, dilaksanakan secara elektronik melalui sarana BI-SSSS dan BI-RTGS untuk memastikan efisiensi dan keamanan.

Melalui kegiatan ini, Himdasun dan Apuindo berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Bank Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia melalui penyediaan alternatif transaksi yang kompetitif bagi industri perbankan.

Berita Lainnya

Breaking: IHSG Lesu Pagi Ini, Dibuka Turun 0,3% Jelang Libur Panjang

Februari 13, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pagi ini, Jumat (13/2/2026). Indeks dibuka turun 25,34 […]

Rupiah Softens, JCI Extends Losses, and INDOGB Rally Continues

Februari 13, 2026

Indonesia s rupiah-denominated assets closed mixed on Thursday (12-Feb). The rupiah weakened by -0.16% to Rp16,810/USD (vs. +0.09% prior; YTD: -0.69%). […]

Berita Lainnya

Breaking: IHSG Lesu Pagi Ini, Dibuka Turun 0,3% Jelang Libur Panjang

Februari 13, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pagi ini, Jumat (13/2/2026). Indeks dibuka turun 25,34 […]

Rupiah Softens, JCI Extends Losses, and INDOGB Rally Continues

Februari 13, 2026

Indonesia s rupiah-denominated assets closed mixed on Thursday (12-Feb). The rupiah weakened by -0.16% to Rp16,810/USD (vs. +0.09% prior; YTD: -0.69%). […]

Scroll to Top