Agustus 8, 2025

Bahana Sekuritas Fixed Income Morning Flash

Market Brief

Pasar surat utang Indonesia berdenominasi Rupiah melanjutkan penguatannya pada perdagangan kemarin, dimana yield SUN turun 2–8 bp di seluruh tenor. Yield SUN tenor 10 tahun turun 2 bp ke level 6,46%. Nilai tukar Rupiah juga menguat ke level IDR16.287/USD dari IDR16.362/USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya. Aktivitas perdagangan melambat, dengan total nilai transaksi outright di pasar SBN turun menjadi IDR27,0 triliun, dari IDR28,8 triliun pada hari sebelumnya. Aktivitas di pasar obligasi korporasi juga menurun, dengan volume transaksi tercatat sebesar IDR1,4 triliun. Sementara itu, obligasi Pemerintah Indonesia berdenominasi USD diperdagangkan dalam rentang yang terbatas, dimana yielld Indo-30, Indo-35, dan Indo-54 masing-masing ditutup di level 4,32% (-2 bp), 5,09% (+1 bp), dan 5,52% (tidak berubah).

Yield U.S. Treasury naik di seluruh tenor pada perdagangan semalam, dimana yield tenor 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, dan 30 tahun masing-masing ditutup di level 3,73% (+1 bp), 3,79% (+1 bp), 4,25% (+2 bp), dan 4,83% (+1 bp). Kenaikan ini mendorong yield mencapai level tertingginya dalam sepekan terakhir, dipicu oleh minimnya minat investor pada serangkaian lelang obligasi pemerintah AS pekan ini. Lelang obligasi tenor 30 tahun senilai USD25 miliar pada hari Kamis mencatat imbal hasil sebesar 4,813%, lebih tinggi lebih dari 2 bps dibandingkan level pra-lelang. Rasio bid-to-cover tercatat sebesar 2,27x, lebih rendah dari lelang sebelumnya (2,38x) maupun rata-rata enam kali lelang terakhir (2,38x), mengindikasikan lemahnya permintaan. Hasil lelang ini mengindikasikan kemungkinan perlunya yield yang lebih tinggi agar dapat menarik minat investor. Kekhawatiran terhadap stagflasi turut memberikan terhadap pasar, menyusul rilis data ekonomi AS yang variatif. Initial jobless claims untuk pekan yang berakhir pada 2 Agustus meningkat menjadi 226 ribu, melampaui angka pekan sebelumnya (219 ribu) dan estimasi konsensus Bloomberg (222 ribu), mengindikasikan potensi pelemahan di pasar tenaga kerja. Di sisi lain, ekspektasi inflasi cenderung meningkat, dimana survei Federal Reserve New York menunjukkan ekspektasi inflasi 1 tahun naik menjadi 3,09% pada Juli dari 3,02% di bulan sebelumnya, mencerminkan potensi tekanan inflasi yang masih ada. Dinamika politik turut berkontribusi terhadap pergerakan yield, setelah Presiden Donald Trump mengumumkan pencalonan Stephen Miran—Ketua Dewan Penasihat Ekonomi—sebagai anggota Dewan Gubernur Federal Reserve, menggantikan Adriana Kugler yang mengundurkan diri pekan lalu. Sementara itu, yield obligasi di Eropa bergerak variatif pada perdagangan semalam. Yield obligasi Bund Jerman dan OAT Prancis tenor 10 tahun masing-masing turun ke level 2,63% (-2 bp) dan 3,30% (-2 bp), sementara yield Gilt Inggris tenor 10 tahun naik 3 bp ke level 4,55% meskipun Bank of England menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 bp ke level 4,00%.

Likuiditas domestik yang masih tinggi dan permintaan investor yang tetap solid terhadap obligasi Indonesia diperkirakan masih akan menjadi faktor penopang utama dalam jangka pendek. Namun demikian, meningkatnya volatilitas global dan tekanan kenaikan yield global dapat membatasi ruang penurunan yield lebih lanjut di pasar surat utang domestik. Investor diperkirakan juga akan cenderung wait-and-see menjelang lelang SUN hari Selasa pekan depan, sehingga dapat membatasi potensi penurunan yield lanjutan dalam jangka pendek.

Fixed Income News

• PT Jasa Marga Tbk (JSMR) berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III JSMR Tahap II Tahun 2025 senilai IDR1,0 triliun.

• PEFINDO mempertahankan peringkat idAAA(sy) untuk Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2024 Seri A yang diterbitkan oleh PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF).

Best Regards,

Bahana Sekuritas Fixed Income Research

Berita Lainnya

Ekonom: Kenaikan BI Rate Jadi Langkah Rasional untuk Jaga Rupiah

Juni 24, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75% melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) […]

Bahana Sekuritas Fixed Income Morning Flash

Juni 24, 2026

Market Brief Indonesia’s local-currency government bond market weakened yesterday, with yields rising by 5–15 bps across the curve. The benchmark […]

Berita Lainnya

Ekonom: Kenaikan BI Rate Jadi Langkah Rasional untuk Jaga Rupiah

Juni 24, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75% melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) […]

Bahana Sekuritas Fixed Income Morning Flash

Juni 24, 2026

Market Brief Indonesia’s local-currency government bond market weakened yesterday, with yields rising by 5–15 bps across the curve. The benchmark […]

Scroll to Top