Tensi US-UE: Uni Eropa (UE) saat ini menyiapkan sanksi terhadap AS jika negosiasi terkait tarif impor sebesar 30% gagal. UE juga mempertimbangkan langkah “anti-coercion” untuk membatasi akses perusahaan AS ke sektor jasa, investasi, dan pasar publik di Eropa. Sementara Prancis mendukung langkah ini, beberapa negara anggota memperingatkan bahwa hal tersebut bisa menjadi “opsi nuklir” yang berisiko memicu balasan dari Trump. (Reuters)
Sanksi UE terhadap Rusia: Uni Eropa (UE) menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia, termasuk penurunan batas harga minyak hingga USD15/barel di bawah harga pasar, larangan produk olahan minyak, pemblokiran 20 bank dari sistem SWIFT, serta sanksi terhadap ratusan kapal. (Bloomberg Technoz)
FDI dari China: PT Xinhai Knitting Indonesia yang berasal dari China membangun pabrik tekstil senilai Rp652 miliar di Brebes sebagai pemasok H&M, menyerap 8.000 tenaga kerja, dan dijadwalkan beroperasi Juli 2026 dengan konsep ramah lingkungan. Investasi ini memperkuat sektor TPT nasional yang tumbuh 4,64% pada 1Q25. (CNBC)
Dampak Tarif Trump Terhadap iPhone: Meski tarif impor AS ke Indonesia turun jadi 0%, harga iPhone di RI tetap tak berubah. Pasalnya, mayoritas unit masih diproduksi di China—negara yang tak masuk skema bebas tarif. Sementara produksi iPhone dari India kini difokuskan untuk pasar AS. (CNBC)
Konflik Rusia-Ukraina: Serangan Rusia pada Ukraina dengan 426 drone dan 24 rudal menimbulkan korban jiwa, dengan Ukraina membalas dengan serangan drone yang melumpuhkan aktivitas bandara di Moskow. Tensi geopolitik yang berlanjut memanas ini berpotensi menekan sentimen pasar keuangan dan meningkatkan risiko pada aset berisiko global. (Reuters)