Januari 21, 2025

IHSG Berpotensi Menguat Hari Ini

Jakarta, CNN Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Selasa (21/1).
CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya melihat indeks saham terus berusaha untuk kembali mengkonfirmasi kenaikan di sela-sela penantian rilis laporan kinerja emiten secara full year 2024 yang diperkirakan membaik.

“Pergerakan kenaikan yang sedang berjalan tentunya menggambarkan bahwa minat investasi masih cukup besar ke dalam pasar modal Indonesia. Hari ini IHSG berpotensi naik,” ujar William dalam riset hariannya.

Dengan sentimen tersebut, William memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 7.123 dan resistance 7.272.

Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni TLKM, TBIG, UNVR, JSMR, KLBF, PWON, ASRI, BBRI, BBCA, dan BBNI.

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova melihat IHSG telah menembus fraktal 7.191 dan diperkirakan akan melanjutkan tren naik menuju 7.301 apabila menembus di atas level 7.231 sebagai resisten terdekat.

“Sementara itu, jika IHSG tetap berada di bawah 7.231, maka dapat memulai koreksi menuju 7.093 sebagai support terdekatnya,” ujar Ivan dalam riset hariannya.

Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 7.093. dan resistance 7.231 hari ini. Ivan pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni AKRA, BBNI, PTBA, UNVR dan UNTR.

IHSG ditutup di level 7.170 pada Senin (20/1) sore. Indeks saham menguat 16,07 poin atau plus 0,22 persen dari perdagangan sebelumnya.

Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp10,40 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,52 miliar saham. Pada penutupan kemarin, 320 saham menguat, 277 terkoreksi, dan 214 lainnya stagnan.

Berita Lainnya

Pesona Reksa Dana kala Saham dan Obligasi Menguat

Januari 22, 2026

Industri reksa dana diprediksi tumbuh hingga 2026 seiring penguatan saham dan obligasi. I Putu Gede Rama Paramahamsa & Anitana Widya Puspa Bisnis.com, […]

Depresiasi Rupiah Bawa Yield SUN 10 Tahun Melemah ke 6,33%

Januari 21, 2026

Rupiah mendekati Rp17.000/USD melemahkan yield SBN 10 tahun ke 6,33%, dipicu risiko geopolitik dan defisit fiskal yang meningkat. Penulis : […]

Berita Lainnya

Pesona Reksa Dana kala Saham dan Obligasi Menguat

Januari 22, 2026

Industri reksa dana diprediksi tumbuh hingga 2026 seiring penguatan saham dan obligasi. I Putu Gede Rama Paramahamsa & Anitana Widya Puspa Bisnis.com, […]

Depresiasi Rupiah Bawa Yield SUN 10 Tahun Melemah ke 6,33%

Januari 21, 2026

Rupiah mendekati Rp17.000/USD melemahkan yield SBN 10 tahun ke 6,33%, dipicu risiko geopolitik dan defisit fiskal yang meningkat. Penulis : […]

Scroll to Top