Januari 30, 2023

Bos BI Yakin Ekonomi RI Tembus di Atas 5 Persen pada 2022 dan 2023

Jakarta, CNN Indonesia — Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimis ekonomi Indonesia akan tumbuh hingga 5,2 persen pada 2022 dan kisaran 5 persen di 2023.Optimisme itu dipicu oleh data perekonomian yang positif. Tercatat, sepanjang 2022 ekonomi Indonesia mampu tembus di atas 5 persen. Bahkan, pada kuartal III 2022 berhasil mencapai 5,72 persen.”Pada 2022 kami memperkirakan ekonomi Indonesia bisa bias ke atas kisaran 4,5-5,3 persen, bisa sekitar 5,1 persen, bahkan 5,2 persen,” ujarnya dalam acara peluncuran Laporan Transparansi dan Akuntabilitas Bank Indonesia (LTABI) 2022, Senin (30/1).Perry menjelaskan optimisme ini muncul karena pertumbuhan tidak hanya ditopang oleh kinerja ekspor yang positif dan konsumsi masyarakat yang melaju pesat, tapi juga faktor lain karena bisnis yang mulai pulih.Misalnya, inflasi bisa terjaga dengan baik. Padahal, Bank Indonesia awalnya memperkirakan inflasi akibat kenaikan harga BBM pada September 2022 lalu bakal berdampak besar hingga akhir tahun. Namun, ternyata turun lebih cepat dari perkiraan.”Perkiraan di akhir tahun inflasi 6,5 persen, Puji Tuhan (terealisasi) 5,51 persen (di Desember 2022),” imbuh Perry.Ini adalah capaian luar biasa Indonesia di tengah banyak negara masih menghadapi lonjakan inflasi di atas 8 persen. Bahkan untuk inflasi inti diperkirakan bakal turun di bawah 4 persen pada semester I-2023 ini.Selain itu, pertumbuhan kredit juga berhasil tercapai double digit yakni 11,1 persen (yoy) sepanjang 2022. Lalu, nilai tukar rupiah juga tercatat perkasa di tengah kenaikan dolar AS sepanjang tahun lalu, dan penguatan rupiah akan berlanjut di tahun ini.Sementara, untuk 2023, bank sentral tersebut memperkirakan perekonomian bakal tumbuh di kisaran 4,5-5,3 persen.Di mana kemungkinan bisa bias ke atas di 4,9 persen dan ke 5 persen jika konsumsi masyarakat bisa secepat tahun lalu.Meski demikian, bukan berarti Indonesia terbebas dari ancaman gejolak global. Kewaspadaan dan kebijakan mitigasi segala risiko yang datang masih harus dipersiapkan.”Jadi mari kita bersyukur, optimis dan tetap waspada,” pungkasnya.

Berita Lainnya

Depresiasi Rupiah Bawa Yield SUN 10 Tahun Melemah ke 6,33%

Januari 21, 2026

Rupiah mendekati Rp17.000/USD melemahkan yield SBN 10 tahun ke 6,33%, dipicu risiko geopolitik dan defisit fiskal yang meningkat. Penulis : […]

Penerbitan Surat Utang Multifinance Capai Rp 37,98 Triliun per November 2025

Januari 20, 2026

Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyampaikan nilai penerbitan surat utang […]

Berita Lainnya

Depresiasi Rupiah Bawa Yield SUN 10 Tahun Melemah ke 6,33%

Januari 21, 2026

Rupiah mendekati Rp17.000/USD melemahkan yield SBN 10 tahun ke 6,33%, dipicu risiko geopolitik dan defisit fiskal yang meningkat. Penulis : […]

Penerbitan Surat Utang Multifinance Capai Rp 37,98 Triliun per November 2025

Januari 20, 2026

Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyampaikan nilai penerbitan surat utang […]

Scroll to Top