September 16, 2022

Bank Dunia: Banyak Negara Jatuh ke Jurang Resesi Tahun Depan

Jakarta, CNN Indonesia — Bank Dunia memproyeksi banyak negara yang akan jatuh ke jurang resesi pada 2023 karena suku bunga acuan bank sentral di sejumlah negara semakin tinggi.Mengutip AFP, Jumat (16/9), bank sentral di sejumlah negara terus menerus menaikkan suku bunga acuan demi meredam lonjakan inflasi.Kenaikan suku bunga acuan akan menghambat proses pemulihan ekonomi global. Maka dari itu, Bank Dunia memprediksi ekonomi dunia melambat menjadi 0,5 persen pada 2023 mendatang.”Pertumbuhan global melambat tajam dengan kemungkinan perlambatan lebih lanjut karena lebih banyak negara jatuh ke dalam resesi,” ungkap Presiden Bank Dunia David Malpass.Ia khawatir tren perlambatan ekonomi akan berlangsung dalam jangka panjang. Untuk itu, Malpass mendesak seluruh negara untuk fokus meningkatkan produksi agar pasokan kembali melimpah, sehingga inflasi bisa ditekan.Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) juga sudah mengerek suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen pada Agustus 2022.Sementara, The Fed sudah berkali-kali menaikkan suku bunga acuan sejak awal tahun ini. Terakhir, bank sentral AS mengerek bunga acuan sebesar 75 basis poin menjadi 2,25 persen hingga 2,5 persen pada Juli 2022 lalu.

Berita Lainnya

Breaking: IHSG Lesu Pagi Ini, Dibuka Turun 0,3% Jelang Libur Panjang

Februari 13, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pagi ini, Jumat (13/2/2026). Indeks dibuka turun 25,34 […]

Rupiah Softens, JCI Extends Losses, and INDOGB Rally Continues

Februari 13, 2026

Indonesia s rupiah-denominated assets closed mixed on Thursday (12-Feb). The rupiah weakened by -0.16% to Rp16,810/USD (vs. +0.09% prior; YTD: -0.69%). […]

Berita Lainnya

Breaking: IHSG Lesu Pagi Ini, Dibuka Turun 0,3% Jelang Libur Panjang

Februari 13, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pagi ini, Jumat (13/2/2026). Indeks dibuka turun 25,34 […]

Rupiah Softens, JCI Extends Losses, and INDOGB Rally Continues

Februari 13, 2026

Indonesia s rupiah-denominated assets closed mixed on Thursday (12-Feb). The rupiah weakened by -0.16% to Rp16,810/USD (vs. +0.09% prior; YTD: -0.69%). […]

Scroll to Top