Agustus 5, 2022

BI: Cadangan Devisa Juli Turun ke US$132,2 Miliar

Jakarta, CNN Indonesia — Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa turun dari US$136,4 miliar pada Juni 2022 menjadi US$132,2 miliar per Juli.”Penurunan cadangan devisa, antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar pemerintah,” ujar Kepala Departemen Komunikasi Direktur Eksekutif Erwin Haryono, Jumat (5/8).Selain itu, sambung Erwin, cadangan devisa turun karena kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah, sejalan dengan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.Posisi cadangan devisa saat ini setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.”Serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” terang Erwin.BI, lanjut dia, juga menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.Ke depan, BI memandang cadangan devisa tetap memadai didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga.”Seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung proses pemulihan ekonomi nasional,” tandasnya.

Berita Lainnya

Breaking: IHSG Lesu Pagi Ini, Dibuka Turun 0,3% Jelang Libur Panjang

Februari 13, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pagi ini, Jumat (13/2/2026). Indeks dibuka turun 25,34 […]

Rupiah Softens, JCI Extends Losses, and INDOGB Rally Continues

Februari 13, 2026

Indonesia s rupiah-denominated assets closed mixed on Thursday (12-Feb). The rupiah weakened by -0.16% to Rp16,810/USD (vs. +0.09% prior; YTD: -0.69%). […]

Berita Lainnya

Breaking: IHSG Lesu Pagi Ini, Dibuka Turun 0,3% Jelang Libur Panjang

Februari 13, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pagi ini, Jumat (13/2/2026). Indeks dibuka turun 25,34 […]

Rupiah Softens, JCI Extends Losses, and INDOGB Rally Continues

Februari 13, 2026

Indonesia s rupiah-denominated assets closed mixed on Thursday (12-Feb). The rupiah weakened by -0.16% to Rp16,810/USD (vs. +0.09% prior; YTD: -0.69%). […]

Scroll to Top