Mei 9, 2022

Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,01 Persen pada Kuartal I 2022

Jakarta, CNN Indonesia — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,01 persen pada kuartal I 2022. Angka ini lebih tinggi dari minus 0,74 persen pada kuartal I 2021, namun lebih rendah dari 5,02 persen pada kuartal IV 2021.”Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia secara q-to-q kontraksi 0,96 persen, dan secara y-on-y tumbuh 5,01 persen,” ujar Kepala BPS Margo Yuwono saat konferensi pers online, Senin (9/5).Berdasarkan nominal, Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) mencapai Rp2.819 triliun pada kuartal I 2022. Sementara Angka Dasar Harga Berlaku (ADHB) mencapai Rp4.513 triliun pada periode yang sama.Margo mengatakan capaian pertumbuhan ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya kenaikan harga komoditas di pasar internasional yang mendorong kinerja ekspor, seperti harga minyak sawit mentah (CPO) yang naik 52,74 persen secara tahunan, batu bara 153,2 persen, dan minyak mentah 62,94 persen.”Konfilik Rusia-Ukraina mendorong harga komoditas di pasar global,” katanya.Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga dipengaruhi oleh laju perekonomian para negara mitra dagang. Tercatat, pertumbuhan ekonomi Korea Selatan sebesar 3,1 persen, Singapura 3,4 persen, Amerika Serikat 3,6 persen, China tumbuh 4,8 persen, Vietnam 5 persen, dan Uni Eropa 5,2 persen.Di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi nasional dipengaruhi oleh kapasitas produksi industri pengolahan yang mencapai 72,45 persen, indeks penjualan riil eceran yang tumbuh 12,17 persen, dan Prompt Manufacturing Index (PMI) Indonesia yang mencapai 51,77 persen.Kemudian, konsumsi listrik tercatat tumbuh 15,44 persen, penjualan mobil penumpang meningkat 45,95 persen, penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) karyawan naik 18,8 persen, dan penerimaan PPh badan melejit 136 persen.”Seiring membaiknya kondisi pandemi, belanja barang dan bantuan sosial khususnya untuk penanganan covid-19 dan masyarakat terdampak turun, masing-masing 33,99 persen dan 30,22 persen,” jelasnya.Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan ekonomi Tanah Air akan tumbuh di kisaran 4,5 persen sampai 5,2 persen pada tiga bulan pertama tahun ini.

Berita Lainnya

Weakest Bond Auction So Far This Year; BI Delivers Another Surprise Hike to Defend Rupiah Stability

Juni 10, 2026

Government bond auction demand weakened on 9-Jun, with total incoming bids declining to Rp46.7tn from Rp57.3tn in the previous auction, […]

BI-Rate Naik 25 bps menjadi 5,50%: Kebijakan Lanjutan Memperkuat Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Juni 9, 2026

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan Bank Indonesia pada hari ini, tanggal 9 Juni 2026 memutuskan untuk kembali menaikkan BI-Rate sebesar […]

Berita Lainnya

Weakest Bond Auction So Far This Year; BI Delivers Another Surprise Hike to Defend Rupiah Stability

Juni 10, 2026

Government bond auction demand weakened on 9-Jun, with total incoming bids declining to Rp46.7tn from Rp57.3tn in the previous auction, […]

BI-Rate Naik 25 bps menjadi 5,50%: Kebijakan Lanjutan Memperkuat Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Juni 9, 2026

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan Bank Indonesia pada hari ini, tanggal 9 Juni 2026 memutuskan untuk kembali menaikkan BI-Rate sebesar […]

Scroll to Top