Januari 31, 2022

Jelang Libur Imlek 2022, IHSG Dibuka Menguat ke 6.656

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dibuka menguat 11 poin (0,17%) ke level 6.656 jelang libur Imlek 2022. Sedangkan indeks LQ45 turun 1,8 poin (0,20%) ke level 947.Pada pukul 09.05, IHSG masih menghijau dengan penguatan 7 poin (0,11%) ke level 6.655. IHSG berada di level tertingginya pada 6.669 dan terendahnya 6.647.Sementara itu, bursa AS ditutup menguat. Dow Jones ditutup 34.725,47 (+1,65%), NASDAQ ditutup 13.770,60 (+3,13%), S&P 500 ditutup 4.431,85 (+2,43%).Wall Street menguat pada hari Jumat dengan mencatatkan hari terbaiknya sejauh ini pada 2022 setelah mengakhiri minggu yang penuh gejolak yang ditandai oleh pendapatan perusahaan yang beragam, gejolak geopolitik di Eropa dan rencana Federal Reserve yang semakin agresif.Data ekonomi yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan penurunan belanja konsumen ditambah dengan pembacaan sentimen konsumen terendah dalam satu dekade, dan harga core PCE tahun ke tahun tolok ukur inflasi pilihan Federal Reserve berada di 4,9% atau sedikit lebih tinggi dari yang diharapkan.Pada akhir pertemuan kebijakan moneternya pada Rabu, The Fed memperjelas niatan mereka untuk menaikkan suku bunga utama lebih agresif.

Berita Lainnya

Pesona Reksa Dana kala Saham dan Obligasi Menguat

Januari 22, 2026

Industri reksa dana diprediksi tumbuh hingga 2026 seiring penguatan saham dan obligasi. I Putu Gede Rama Paramahamsa & Anitana Widya Puspa Bisnis.com, […]

Depresiasi Rupiah Bawa Yield SUN 10 Tahun Melemah ke 6,33%

Januari 21, 2026

Rupiah mendekati Rp17.000/USD melemahkan yield SBN 10 tahun ke 6,33%, dipicu risiko geopolitik dan defisit fiskal yang meningkat. Penulis : […]

Berita Lainnya

Pesona Reksa Dana kala Saham dan Obligasi Menguat

Januari 22, 2026

Industri reksa dana diprediksi tumbuh hingga 2026 seiring penguatan saham dan obligasi. I Putu Gede Rama Paramahamsa & Anitana Widya Puspa Bisnis.com, […]

Depresiasi Rupiah Bawa Yield SUN 10 Tahun Melemah ke 6,33%

Januari 21, 2026

Rupiah mendekati Rp17.000/USD melemahkan yield SBN 10 tahun ke 6,33%, dipicu risiko geopolitik dan defisit fiskal yang meningkat. Penulis : […]

Scroll to Top