Juni 16, 2021

BPS Yakin Ekonomi Kembali ke Zona Positif Kuartal II 2021

Jakarta, CNN Indonesia — Badan Pusat Statistik (BPS) meyakini kinerja pertumbuhan ekonomi dalam negeri akan positif pada kuartal II 2021 ini. Keyakinan didasarkan pada neraca perdagangan Indonesia yang mengalami surplus sebesar US$2,36 miliar secara bulanan (month to month/mtm) pada Mei 2021.BPS meyakini surplus neraca perdagangan yang terjadi lima kali berturut-turut  pada 2021 ini bakal mendorong ekonomi. Ini mengingat kontribusi ekspor impor pada Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar 19 persen-21 persen .”Dan kalau nanti ditambah dengan performa konsumsi pemerintah, investasi, dan konsumsi rumah tangga, saya yakin ekonomi Indonesia di kuartal II 2021 akan masuk ke zona positif,” ujar Kepala BPS Suhariyanto saat rilis data neraca perdagangan periode Mei 2021, Selasa (15/6).Ia mengakui meskipun surplus, kinerja ekspor pada Mei 2021 sejatinya turun 10,25 persen secara bulanan dari US$18,49 miliar pada April menjadi US$16,60 miliar. Namun, ia memastikan penurunan tersebut dipicu faktor musiman yakni Ramadan dan Lebaran.Namun, secara tahunan ekspor tetap meningkat tajam 58,76 persen dari Mei 2020 sebesar U$10,45 miliar.”Saya tidak terlalu khawatir dengan penurunan ekspor secara bulanan. Karena pada April kemarin, memang ekspor kita tinggi dan juga nilai impor tinggi, karena setiap Ramadan dan Lebaran kegiatan pasti meningkat, kemudian dia akan melandai dan meningkat lagi. Jadi penurunan ekspor secara bulanan itu karena faktor seasonality,” tuturnya.

Berita Lainnya

Rupiah Asset Classes Weakened amid Continued Foreign Equity Outflows and a Stronger US Dollar

Juni 25, 2026

Rupiah-denominated assets weakened on Wednesday, with the JCI declining, government bond yields rising, and the rupiah depreciating against the US […]

Ekonom: Kenaikan BI Rate Jadi Langkah Rasional untuk Jaga Rupiah

Juni 24, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75% melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) […]

Berita Lainnya

Rupiah Asset Classes Weakened amid Continued Foreign Equity Outflows and a Stronger US Dollar

Juni 25, 2026

Rupiah-denominated assets weakened on Wednesday, with the JCI declining, government bond yields rising, and the rupiah depreciating against the US […]

Ekonom: Kenaikan BI Rate Jadi Langkah Rasional untuk Jaga Rupiah

Juni 24, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75% melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) […]

Scroll to Top