Oktober 16, 2020

Ketidakpastian Stimulus AS Diprediksi Tekan Laju IHSG

Jakarta, CNN Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada perdagangan penutupan pekan, Jumat (16/10). Pelemahan dipicu oleh ketidakpastian stimulus Amerika Serikat (AS).Seperti dilansir dari CNN, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa ia mengusulkan kenaikan paket stimulus menjadi US$1,8 triliun pada Kamis (15/8) waktu setempat.Namun, jika pun nantinya akan disetujui oleh Ketua DPR Nancy Pelosi, Trump menyebut bahwa paket stimulus tak akan terealisasi sebelum pemilu berakhir pada November mendatang. Ketidakpastian tersebut dinilai menjadi katalis negatif bagi pasar modal.”IHSG diprediksi melemah. Investor masih akan terus mencermati kelanjutan prospek stimulus dari Amerika Serikat. Dari dalam negeri juga dibayangi kembali tingginya kasus harian covid-19,” kata Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan.Dia memproyeksikan indeks saham bergerak di rentang support 5.054-5.079 dan resistance 5.156-5.208.Director Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menilai hari ini IHSG berpotensi terkonsolidasi pasca mengalami penguatan berturut-turut sejak pekan lalu.Ia memprediksi IHSG melaju di rentang support 4.889 dan resistance 5.188. Adapun saham-saham pilihannya yaitu ASRI, AKRA, SMCB, UNVR, BBRI, ROTI, dan TBIG.”Para investor masih dapat melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek, hari ini IHSG berpotensi terkonsolidasi,” katanya seperti dikutip dari riset hariannya.Di sisi lain, saham-saham utama Wall Street ditutup terkoreksi. Indeks Dow Jones turun tipis 0,07 persen ke level 28.494, S&P 500 melemah 0,15 persen ke level 3.483, dan Nasdaq Composite merah 0,47 persen menjadi 11.713.

Berita Lainnya

Pesona Reksa Dana kala Saham dan Obligasi Menguat

Januari 22, 2026

Industri reksa dana diprediksi tumbuh hingga 2026 seiring penguatan saham dan obligasi. I Putu Gede Rama Paramahamsa & Anitana Widya Puspa Bisnis.com, […]

Depresiasi Rupiah Bawa Yield SUN 10 Tahun Melemah ke 6,33%

Januari 21, 2026

Rupiah mendekati Rp17.000/USD melemahkan yield SBN 10 tahun ke 6,33%, dipicu risiko geopolitik dan defisit fiskal yang meningkat. Penulis : […]

Berita Lainnya

Pesona Reksa Dana kala Saham dan Obligasi Menguat

Januari 22, 2026

Industri reksa dana diprediksi tumbuh hingga 2026 seiring penguatan saham dan obligasi. I Putu Gede Rama Paramahamsa & Anitana Widya Puspa Bisnis.com, […]

Depresiasi Rupiah Bawa Yield SUN 10 Tahun Melemah ke 6,33%

Januari 21, 2026

Rupiah mendekati Rp17.000/USD melemahkan yield SBN 10 tahun ke 6,33%, dipicu risiko geopolitik dan defisit fiskal yang meningkat. Penulis : […]

Scroll to Top