Oktober 5, 2020

Peningkatan Kasus Corona Akan Bebani IHSG di Awal Pekan

Jakarta, CNN Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal sulit bangkit dari zona merah pada pekan ini. Tekanan akan datang dari kasus infeksi virus corona yang menimpa Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan lalu.Director Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan sentimen itu akan membuat pergerakan bursa saham nasional terbatas di rentang 4.889 sampai 5.002 pada pekan ini.Akhir pekan lalu, indeks ditutup melemah 0,87 persen di level 4.926.”Hari ini IHSG masih berpotensi bergerak dalam rentang terbatas,” ucap William seperti dikutip dari risetnya, Senin (5/10).Selain karena sentimen pekan lalu, William mengatakan ada beberapa hal yang juga akan mempengaruhi kinerja pasar modal pada awal pekan ini. Salah satunya, pergerakan pasar global dan regional.Selain itu, pergerakan juga akan dipengaruhi aliran modal asing yang masih mencatatkan jual bersih dari investor asing alias capital outflow.”Ini akan turut membayangi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang,” tuturnya.Senada, Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan memperkirakan IHSG masih akan melemah pada awal pekan ini. Proyeksinya, IHSG berada di level support 4.880 dan resistance 4.971.”Secara teknikal pergerakan gagal membentuk formasi double bottom sempurna dan kembali bergerak pada trend konsolidasi. Pergerakan pada awal pekan diperkirakan masih akan minim sentimen pendorong,” ujar Dennies.Selain itu, pelemahan IHSG juga dipengaruhi sentimen peningkatan jumlah kasus covid-19 di dalam negeri yang secara harian masih cukup tinggi. Sentimen itu masih terus mengkhawatirkan pelaku pasar.

Berita Lainnya

Pesona Reksa Dana kala Saham dan Obligasi Menguat

Januari 22, 2026

Industri reksa dana diprediksi tumbuh hingga 2026 seiring penguatan saham dan obligasi. I Putu Gede Rama Paramahamsa & Anitana Widya Puspa Bisnis.com, […]

Depresiasi Rupiah Bawa Yield SUN 10 Tahun Melemah ke 6,33%

Januari 21, 2026

Rupiah mendekati Rp17.000/USD melemahkan yield SBN 10 tahun ke 6,33%, dipicu risiko geopolitik dan defisit fiskal yang meningkat. Penulis : […]

Berita Lainnya

Pesona Reksa Dana kala Saham dan Obligasi Menguat

Januari 22, 2026

Industri reksa dana diprediksi tumbuh hingga 2026 seiring penguatan saham dan obligasi. I Putu Gede Rama Paramahamsa & Anitana Widya Puspa Bisnis.com, […]

Depresiasi Rupiah Bawa Yield SUN 10 Tahun Melemah ke 6,33%

Januari 21, 2026

Rupiah mendekati Rp17.000/USD melemahkan yield SBN 10 tahun ke 6,33%, dipicu risiko geopolitik dan defisit fiskal yang meningkat. Penulis : […]

Scroll to Top