Juni 22, 2020

Rupiah Rontok, Dolar AS Menuju Rp 14.200

Jakarta – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah siang ini ada di level Rp 14.141. Angka ini tercatat menguat 47 poin atau 0,33% hingga siang ini.Demikian dikutip dari data RTI siang ini, Senin (22/6/2020). Dolar AS yang dibuka di level Rp 14.094 hari ini bergerak di rentang Rp 14.026 hingga Rp 14.151.Jika ditarik dalam sepekan, dolar AS tercatat menguat 0,21% terhadap rupiah. Namun dolar AS masih kalah unggul jika dibandingkan terhadap sebulan lalu yang tercatat tertekan 3,7%.Dolar AS juga tercatat masih tertekan 14,6% jika dibandingkan tiga bulan sebelumnya terhadap rupiah. Namun unggul 1,8% jika ditarik sejak awal tahun.Selain menekan rupiah, siang ini mata uang Paman Sam juga unggul dari dolar Australia, euro, poundsterling, yuan China, dan yen Jepang. Dolar AS hanya kalah saing terhadap dolar Singapura.Sementara dari data perdagangan Reuters siang ini, dolar AS tercatat berada di level Rp 14.100. Mata uang Paman Sam bergerak di level Rp 14.100-14.170.Sedangkan dari kurs referensi JISDOR hari ini, nilai tukar dolar AS dihargai di level Rp 14.209. Angka ini sendiri lebih rendah dari kurs tengah pada Jumat (19/6) lalu di level Rp 14.242.

Berita Lainnya

Pesona Reksa Dana kala Saham dan Obligasi Menguat

Januari 22, 2026

Industri reksa dana diprediksi tumbuh hingga 2026 seiring penguatan saham dan obligasi. I Putu Gede Rama Paramahamsa & Anitana Widya Puspa Bisnis.com, […]

Depresiasi Rupiah Bawa Yield SUN 10 Tahun Melemah ke 6,33%

Januari 21, 2026

Rupiah mendekati Rp17.000/USD melemahkan yield SBN 10 tahun ke 6,33%, dipicu risiko geopolitik dan defisit fiskal yang meningkat. Penulis : […]

Berita Lainnya

Pesona Reksa Dana kala Saham dan Obligasi Menguat

Januari 22, 2026

Industri reksa dana diprediksi tumbuh hingga 2026 seiring penguatan saham dan obligasi. I Putu Gede Rama Paramahamsa & Anitana Widya Puspa Bisnis.com, […]

Depresiasi Rupiah Bawa Yield SUN 10 Tahun Melemah ke 6,33%

Januari 21, 2026

Rupiah mendekati Rp17.000/USD melemahkan yield SBN 10 tahun ke 6,33%, dipicu risiko geopolitik dan defisit fiskal yang meningkat. Penulis : […]

Scroll to Top