Mei 27, 2020

Rupiah Menguat Tipis ke Rp14.740 per Dolar AS

Jakarta, CNN Indonesia — Nilai tukar rupiah berada pada posisi Rp14.740 per dolar AS pada Rabu (27/5) pagi. Posisi tersebut menguat 0,1 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp14.755 per dolar AS.Pagi ini, mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Tercatat, yen Jepang menguat sebesar 0,03 persen, rupee India 0,38 persen, dan ringgit Malaysia 0,24 persen.Begitu pula dolar Hong Kong yang tercatat menguat 0,01 persen dan won Korea Selatan 0,03 persen. Namun, dolar Singapura terpantau minus 0,11 persen, dolar Taiwan 0,02 persen, peso Filipina 0,09 persen, yuan China menguat 0,19 persen.Sementara itu, mayoritas mata uang di negara maju terlihat melemah terhadap dolar AS. Tercatat, poundsterling Inggris terkoreksi 0,12 persen, dolar Australia 0,2 persen, dolar Kanada 0,11 persen, dan franc Swiss 0,07 persen.Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan pergerakan rupiah hari ini masih dipengaruhi oleh kebijakan pelonggaran lockdown di sejumlah negara. Ia menilai kebijakan itu direspons positif oleh pasar.”Pasar masih akan mendapatkan sentimen positif dari bertambahnya negara yang melonggarkan kebijakan lockdown,” ucap Ariston kepada CNNIndonesia.com.Selain itu, penemuan vaksin virus corona di sejumlah negara juga menambah angin segar bagi pergerakan mata uang Garuda. Dengan demikian, Ariston meramalkan rupiah bertahan di teritori positif hari ini.”USD IDR masih berpotensi bergerak menguat ke area support Rp14.650 per dolar AS dengan potensi resistance Rp14.850 per dolar AS dari sentimen positif tersebut,” jelasAriston.

Berita Lainnya

Pesona Reksa Dana kala Saham dan Obligasi Menguat

Januari 22, 2026

Industri reksa dana diprediksi tumbuh hingga 2026 seiring penguatan saham dan obligasi. I Putu Gede Rama Paramahamsa & Anitana Widya Puspa Bisnis.com, […]

Depresiasi Rupiah Bawa Yield SUN 10 Tahun Melemah ke 6,33%

Januari 21, 2026

Rupiah mendekati Rp17.000/USD melemahkan yield SBN 10 tahun ke 6,33%, dipicu risiko geopolitik dan defisit fiskal yang meningkat. Penulis : […]

Berita Lainnya

Pesona Reksa Dana kala Saham dan Obligasi Menguat

Januari 22, 2026

Industri reksa dana diprediksi tumbuh hingga 2026 seiring penguatan saham dan obligasi. I Putu Gede Rama Paramahamsa & Anitana Widya Puspa Bisnis.com, […]

Depresiasi Rupiah Bawa Yield SUN 10 Tahun Melemah ke 6,33%

Januari 21, 2026

Rupiah mendekati Rp17.000/USD melemahkan yield SBN 10 tahun ke 6,33%, dipicu risiko geopolitik dan defisit fiskal yang meningkat. Penulis : […]

Scroll to Top