Agustus 16, 2019

Seluruh Sektor Saham Merah, IHSG Sesi I Anjlok 1,09 Persen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah menutup perdagangan siang ini. Pada perdagangan, Kamis (15/8), IHSG ditutup melemah tajam 68,116 poin (1,09 persen) ke 6.199,219. Sementara indeks LQ45 juga ditutup melemah 14,715 poin (1,49 persen) ke 972,216.Seluruh indeks sektoral melemah dipimpin sektor aneka industri yang turun 2,14 persen.80 saham naik, 296 saham turun, dan 106 saham stagnan. Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 308.456 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 10,327 miliar saham senilai Rp 4,284 triliun. Dana asing keluar ke pasar reguler tercatat Rp 261,362 miliar. Sementara kapitalisasi pasar mencapai Rp 7.133,320 triliun.Saham-saham yang turun tajam dan masuk dalam jajaran top losers siang ini antara lain United Tractors (UNTR) turun 825 poin (3,82 persen) ke 20.750, Adaro Energy (ADRO) turun 35 poin (3,33 persen) ke 1.015, Barito Pacific (BRPT) turun 20 poin (2,70 persen) ke 720, Bank Tabungan Pensiunan (BTPS) turun 80 poin (2,48 persen) ke 3.140, dan Bank Mandiri (BMRI) turun 175 poin (2,33 persen) ke 7.325.Sementara di pasar valuta asing, dolar Amerika Serikat (AS) masih menguat terhadap rupiah. Mengutip data perdagangan Reuters, dolar AS siang ini bergerak di Rp 14.270 atau menguat dibandingkan posisi pembukaan pagi tadi di Rp 14.230.Berikut kondisi bursa saham Asia siang ini:- Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 339,41 poin (1,64 persen) ke 20.315,72- Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 42,59 poin (0,17 persen) ke 25.259,69- Indeks SSE Composite di China turun 17,32 poin (0,62 persen) ke 2.791,60- Indeks Straits Times di Singapura turun 46,84 poin (1,49 persen) ke 3.100,76 Sumber : Kumparan

Berita Lainnya

Pesona Reksa Dana kala Saham dan Obligasi Menguat

Januari 22, 2026

Industri reksa dana diprediksi tumbuh hingga 2026 seiring penguatan saham dan obligasi. I Putu Gede Rama Paramahamsa & Anitana Widya Puspa Bisnis.com, […]

Depresiasi Rupiah Bawa Yield SUN 10 Tahun Melemah ke 6,33%

Januari 21, 2026

Rupiah mendekati Rp17.000/USD melemahkan yield SBN 10 tahun ke 6,33%, dipicu risiko geopolitik dan defisit fiskal yang meningkat. Penulis : […]

Berita Lainnya

Pesona Reksa Dana kala Saham dan Obligasi Menguat

Januari 22, 2026

Industri reksa dana diprediksi tumbuh hingga 2026 seiring penguatan saham dan obligasi. I Putu Gede Rama Paramahamsa & Anitana Widya Puspa Bisnis.com, […]

Depresiasi Rupiah Bawa Yield SUN 10 Tahun Melemah ke 6,33%

Januari 21, 2026

Rupiah mendekati Rp17.000/USD melemahkan yield SBN 10 tahun ke 6,33%, dipicu risiko geopolitik dan defisit fiskal yang meningkat. Penulis : […]

Scroll to Top