Pemerintah
menargetkan kepada kelas bawah dan menengah sebesar 75 persen untuk inklusi
atau penggunaan produk dan layanan keuangan pada tahun 2019. Menurut Kepala
Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agus
Sugiarto saat ini inklusi keuangan masih sebanyak 67,82 persen, dengan 29,66 persen
sudah literasi atau yan mengetahui, terampil, percaya, dan berperilaku mengenai
inklusi Hal tersebut diungkapkan pada acara sosialisasi Peraturan OJK tentang
Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sektor Jasa Keuangan Bagi Konsumen
dan atau Masyarakat.
<!–[endif]–>
Dalam
meningkatkan inklusi keuangan sesuai program pemerintah, OJK (Otoritas Jasa
Keuangan) mendorong masyarakat untuk memiliki pemikiran dalam menentukan tujuan
dan melakukan perencanaan keuangan. Pihak lain juga turut dalam hal ini dari
kementrian, lembaga, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan berpartisipasi
dalam kegiatan edukasi keuangan juga produk dan layanannya. Harapannya bisa
tercipta permintaan mengenai inklusi. Saat ini literasi dari daerah tertentu
terlihat, khususnya di Sumatera Utara.
Daerah ini telah mencapai tingkat literasi sebesar 32,36 persen dan inklusi
sebesar 75,27. Dimana posisi Sumatera Utara berada di peringkat ke empat
setelah DKI Jakarta, Yogyakarta, dan Jawa Timur.___Sumber