01 Feb 2021

Pengamat: Pemulihan Ekonomi RI Lebih Lama dari Krisis 1998

News 69 views
Jakarta, CNN Indonesia -- 

Pengamat ekonomi mengamini proyeksi Bank Dunia yang menyebut bahwa Indonesia membutuhkan waktu lima untuk memulihkan ekonominya dan mengembalikan pertumbuhan ekonomi-nya ke level 5 persen. Bahkan, hitung-hitungan ekonom, proses pemulihan ekonomi RI bisa lebih lama dari pemulihan krisis 1998 silam.

Wakil Direktur Indef Eko Listiyanto mengatakan krisis 1998 disebabkan karena permasalahan keuangan di Asia. Sektor yang terdampak akibat krisis hanyalah sektor keuangan.

Sementara, krisis kali ini terjadi akibat pandemi covid-19 atau virus corona. Covid-19 telah membuat hampir seluruh sektor runtuh, dari keuangan hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Bandingkan dengan krisis 1998 yang juga tidak pulih dalam waktu dua sampai tiga tahun, lebih dari lima tahun. Itu yang kena sektor keuangan saja butuh lima tahun," ungkap Eko kepada CNNIndonesia.com, Minggu (31/1).

Makanya, ia berpendapat proyeksi Bank Dunia terhadap proses pemulihan ekonomi Indonesia terbilang cukup realistis. Ia juga menyatakan dampak dari krisis pandemi covid-19 akan terasa dalam jangka panjang.

Menurut Eko, salah satu upaya pemerintah dalam memulihkan perekonomian adalah dengan vaksinasi covid-19. Namun, proses itu diproyeksi memakan waktu cukup lama.

"Proses vaksinasi tidak mungkin selesai satu tahun. Kemudian, setelah itu baru diikuti dengan berbagai macam konsolidasi perekonomian," terang dia.

Eko mengaku belum memiliki perhitungan berapa lama waktu yang dibutuhkan Indonesia agar ekonomi bisa kembali ke level 5 persen. Hal yang pasti, ini semua tergantung bagaimana pemerintah menangani sektor kesehatannya terlebih dahulu.

Pasalnya, ekonomi tidak akan pulih jika pandemi covid-19 masih merebak di Indonesia. Sebab, kegiatan ekonomi tak bisa berjalan 100 persen jika penularan covid-19 masih terus meningkat.

Kegiatan-kegiatan pembatasan di ruang publik akan menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi. Namun, hal itu dibutuhkan untuk meminimalisir penularan covid-19.

"Sekarang buktinya kasus penularan terus naik, tapi ekonomi tidak bisa pulih-pulih," jelas dia.

Material Download
Helpdesk
021 5227674 sekretariat.himdasun@gmail.com