{"id":6804,"date":"2026-05-04T03:27:53","date_gmt":"2026-05-04T03:27:53","guid":{"rendered":"https:\/\/himdasun.or.id\/?p=6804"},"modified":"2026-05-04T03:27:55","modified_gmt":"2026-05-04T03:27:55","slug":"beda-nasib-mata-uang-asia-ringgit-perkasa-rupiah-yen-sengsara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/2026\/05\/04\/beda-nasib-mata-uang-asia-ringgit-perkasa-rupiah-yen-sengsara\/","title":{"rendered":"Beda Nasib Mata Uang Asia: Ringgit Perkasa, Rupiah &#8211; Yen Sengsara"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta, CNBC Indonesia &#8211; Mayoritas mata uang Asia bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Senin (4\/5\/2026). Tekanan muncul di tengah penguatan tipis dolar AS di pasar global.<br>Merujuk Refinitiv per pukul 09.15 WIB, dari 8 mata uang Asia yang dipantau, 3 mata uang menguat dan 5 lainnya melemah terhadap dolar AS.<\/p>\n\n\n\n<p>Rupiah menjadi salah satu mata uang yang melemah pada pagi ini. Mata uang Garuda berada di level Rp17.335\/US$ atau terkoreksi 0,17%.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun demikian, pelemahan terdalam&nbsp;tercatat dipegang oleh baht Thailand. Baht terpantau tengah berada di level THB 32,51\/US$ dengan terdepresiasi sebesar 0,59%. Peso Filipina juga melemah 0,19% ke PHP 61,40\/US$, disusul yen Jepang yang berada di JPY 157,11\/US$ atau terkoreksi 0,05%, serta won Korea yang turun 0,04% ke KRW 1.471,6\/US$.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, ringgit Malaysia menjadi mata uang Asia dengan penguatan terbesar. Ringgit berada di level MYR 3,955\/US$ setelah naik 0,30%. Dolar Taiwan menyusul dengan penguatan 0,17% ke TWD 31,56\/US$, sementara dolar Singapura berada di SGD 1,27\/US$ setelah naik tipis 0,02%.<\/p>\n\n\n\n<p>Pergerakan mata uang Asia hari ini masih dipengaruhi oleh arah dolar AS di pasar global. Indeks dolar AS atau DXY per pukul 09.15 WIB terpantau menguat tipis 0,03% ke level 98,183.<\/p>\n\n\n\n<p>pasar masih berhati-hati terhadap perkembangan hubungan AS-Iran.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan mulai membantu kapal-kapal yang tertahan di Teluk agar bisa keluar dari jalur perairan yang dibatasi. Ratusan kapal dan hingga 20.000 pelaut disebut tidak dapat melintasi Selat Hormuz selama konflik berlangsung.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketegangan juga belum mereda setelah sebuah tanker dilaporkan terkena proyektil tidak dikenal di Selat Hormuz.<\/p>\n\n\n\n<p>Di saat yang sama, Iran masih meninjau respons AS terhadap proposal perdamaian terbaru, sementara Washington tetap menuntut agar pembahasan terkait program nuklir Iran masuk sejak awal kesepakatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Situasi ini membuat pelaku pasar masih menjaga sikap hati-hati. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling penting dunia, sehingga gangguan di kawasan tersebut dapat menjaga harga minyak tetap tinggi dan menambah kekhawatiran inflasi global.<\/p>\n\n\n\n<p>Pasar Asia pun bergerak hati-hati pada Senin, sementara harga minyak masih bertahan di level tinggi karena belum adanya kesepakatan damai AS-Iran. Brent tercatat berada di kisaran US$108,30 per barel, sedangkan minyak mentah AS berada di US$102,01 per barel.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kondisi seperti ini, dolar AS masih berpotensi diburu sebagai aset aman.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika dolar menguat, mata uang negara lain, termasuk mata uang Asia, cenderung lebih mudah tertekan. Karena itu, selama hubungan AS-Iran belum menunjukkan titik terang, pergerakan mata uang kawasan termasuk rupiah masih berpotensi bergerak volatil.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, CNBC Indonesia &#8211; Mayoritas mata uang Asia bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Senin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":6805,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-6804","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-informasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6804","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6804"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6804\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6806,"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6804\/revisions\/6806"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6805"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6804"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6804"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6804"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}