{"id":5025,"date":"2025-01-14T05:08:04","date_gmt":"2025-01-14T05:08:04","guid":{"rendered":"https:\/\/himdasun.or.id\/?p=5025"},"modified":"2025-01-14T05:08:07","modified_gmt":"2025-01-14T05:08:07","slug":"utang-jatuh-tempo-srbi-mencapai-rp-9224-triliun-di-2025-terbesar-di-kuartal-ii","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/2025\/01\/14\/utang-jatuh-tempo-srbi-mencapai-rp-9224-triliun-di-2025-terbesar-di-kuartal-ii\/","title":{"rendered":"Utang Jatuh Tempo SRBI Mencapai Rp 922,4 Triliun di 2025, Terbesar di Kuartal II"},"content":{"rendered":"<p>Senin, 13 Januari 2025 \/ 03:50 WIB<\/p>\n\n\n\n<p>Reporter:&nbsp;<strong>Siti Masitoh<\/strong>&nbsp;| Editor:&nbsp;<strong>Herlina Kartika Dewi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>KONTAN.CO.ID &#8211;&nbsp;JAKARTA.<\/strong>&nbsp;Total utang jatuh tempo Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai Rp 922,4 triliun pada 2025.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepala Ekonom BCA David Sumual mencatat, total utang jatuh tempo tersebut terdiri dari, pada kuartal I mencapai Rp 192,38 triliun, pada kuartal II mencapai 277,53 triliun, pada kuartal III Rp 248,28 triliun, dan pada kuartal IV mencapai Rp 204,21 triliun.<\/p>\n\n\n\n<p>David menilai adanya utang jatuh tempo ini bisa menimbulkan potensi terjadinya\u00a0<em>crowding out,<\/em>\u00a0yaitu perebutan likuiditas antara pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan SRBI.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSelama kondisi eksternal belum kondusif kemungkinan bisa saja terjadi crowding out atau perebutan likuiditas antara pasar SBN dan SRBI,\u201d tutur David kepada Kontan, Selasa (7\/1).<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menjelaskan, apabila terjadi&nbsp;<em>crowding out,&nbsp;<\/em>maka kondisi likuiditas menjadi ketat, dan kondisi perekonomian global menjadi semakin memburuk imbas Donald Trump Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) yang agresif dalam melakukan kebijakan tarif perdagangannya.<\/p>\n\n\n\n<p>David menilai, imbal hasil SBN maupun SRBI juga berpotensi meningkat, namun tergantung dengan kondisi eksternal.<\/p>\n\n\n\n<p>Akan tetapi, ia menyebut dengan katalis yang positif, misalnya dari realisasi investasi asing atau Foreign Direct Investment (FDI) yang mengalir deras bisa berdampak positif bagi imbal hasil SBN.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKatalis positif kita harapkan dari realisasi investasi langsung asing dan mulai meningkatnya harga komoditas seperti coklat, kopi dan CPO,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo meramal, terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) dalam pemilu 2024 diperkirakan bakal menghantam arus perdagangan global.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab, bila melihat ke belakang pada masa Trump menjabat sebagai Presiden AS sebelumnya, strategi ekonomi AS akan lebih berorientasi domestik (inward looking policy).<\/p>\n\n\n\n<p>Trump akan memberikan tarif perdagangan yang tinggi khususnya kepada negara-negara yang mengalami surplus besar terhadap AS. Seperti China, Uni Eropa, Meksiko, dan sejumlah negara yang lain, termasuk Vietnam.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia bahkan membeberkan, kebijakan tarif perdagangan yang tinggi, kemungkinan mulai akan diterapkan pada semester II 2025.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasil analisisnya, Perry mencontohkan, tarif perdagangan tersebut akan diterapkan kepada Uni Eropa, tarif 25% untuk besi, aluminium, kendaraan bermotor. Kemudian, dengan China dikenakan tarif 25% untuk mesin elektronik dan<em>&nbsp;chemical.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Meski begitu, Perry menyebut tarif yang akan diterapkan akan bergerak dinamis, sehingga BI akan terus memantau perkembangan kebijakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, BI mencatat, dengan adanya kebijakan tarif perdagangan yang diterapkan oleh AS atau disebut fragmentasi perdagangan, kemudian akan menyebabkan perlambatan ekonomi utamanya di negara-negara yang paling terdampak yakni China, Eropa, dan juga Inggris.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cEkonomi China yang selama ini melambat, kemungkinan akan melambat, Uni Eropa yang sedang naik, kemungkinan tidak jadi naik. Ini menyebabkan (perlambatan) ekonomi dunia akan naik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Perry membeberkan, semula BI meramal pertumbuhan ekonomi global akan mencapai 3,2% pada tahun 2025. Akan tetapi, karena adanya kondisi tersebut, pertumbuhan ekonomi global diramal melemah jadi 3,1%.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski kebijakan Trump akan mendorong pertumbuhan ekonomi AS menjadi baik, tetapi Perry memperkirakan inflasi AS justru akan turun lebih lambat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSekarang inflasi AS 2,7% dan mengarah ke sasaran inflasi jangka menengah 2%. Ini juga menyebabkan penurunan Federal Funds Rate (FFR) lebih terbatas,\u201d jelasnya.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Senin, 13 Januari 2025 \/ 03:50 WIB Reporter:&nbsp;Siti Masitoh&nbsp;| Editor:&nbsp;Herlina Kartika Dewi KONTAN.CO.ID &#8211;&nbsp;JAKARTA.&nbsp;Total utang jatuh tempo Sekuritas Rupiah Bank [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":5026,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[20,22],"class_list":["post-5025","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-market-info","tag-srbi","tag-utang-jatuh-tempo"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5025","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5025"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5025\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5027,"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5025\/revisions\/5027"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5026"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5025"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5025"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5025"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}