{"id":3007,"date":"2017-04-28T16:23:26","date_gmt":"2017-04-28T16:23:26","guid":{"rendered":"https:\/\/himdasun.us7.cdn-alpha.com\/2017\/04\/28\/pemerintah-serap-rp-17-triliun-di-pelelangan-enam-seri-sun\/"},"modified":"2017-04-28T16:23:26","modified_gmt":"2017-04-28T16:23:26","slug":"pemerintah-serap-rp-17-triliun-di-pelelangan-enam-seri-sun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/2017\/04\/28\/pemerintah-serap-rp-17-triliun-di-pelelangan-enam-seri-sun\/","title":{"rendered":"Pemerintah Serap Rp 17 Triliun di Pelelangan Enam Seri SUN"},"content":{"rendered":"<p>Dalam memenuhi<br \/>\nsebagian pembiayaan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara Pemerintah<br \/>\nmenyerap dana Rp 17 triliun dari lelang enam seri Surat Utang Negara (SUN) dari<br \/>\ntotal penawaran yang mencapai 17 triliun.<\/p>\n<p>Berdasarkan pers<br \/>\nDirektorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementrian Keuangan,<br \/>\nlelang telah memenuhi target indikatif sebesar 15 triliun dan target maksimal<br \/>\n22,5 triliun.<\/p>\n<p>Dari lelang tersebut, jumlah yang dimenangkan untuk seri SPN03170726 mencapai<br \/>\nRp5 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,92448 persen. Penawaran<br \/>\nuntuk obligasi yang jatuh tempo pada 26 Juli 2017 ini mencapai Rp11,2 triliun.<\/p>\n<p>Berikut hasil lelang,<br \/>\ndimulai dari seri SPN03170726 mencapai 5 triliun, dengan imbal hasil terendah<br \/>\ndalam seri obligasi dengan tingkat kupon diskonto mencapai 4,89 persen dan<br \/>\nimbal hasil tertinggi mencapai 5,2 persen.<\/p>\n<p>Kemudian seri SPN12180104, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp0,5<br \/>\ntriliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,644 persen. Penawaran untuk<br \/>\nobligasi yang jatuh tempo pada 4 Januari 2018 ini mencapai Rp6,5 triliun.<br \/>\nDengan imbal hasil terendah yang masuk untuk seri obligasi yang mempunyai<br \/>\ntingkat kupon diskonto ini mencapai 5,6 persen dan imbal hasil tertinggi yang<br \/>\nmasuk sebesar 6,19 persen.<\/p>\n<p>Untuk seri FR061, penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2022<br \/>\nini mencapai ini mencapai Rp6,7 triliun dengan memiliki jumlah nominal yang<br \/>\ndimenangkan dengan pencapaian Rp0,5 triliun dan imbal hasil rata-rata<br \/>\ntertimbang 6,69857 persen. Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi<br \/>\nyang mempunyai tingkat kupon 7,0 persen ini mencapai 6,69 persen dan imbal<br \/>\nhasil tertinggi yang masuk sebesar 6,82 persen.<\/p>\n<p>Sementara seri FR059, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp4,5 triliun<br \/>\ndengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,05397 persen. Penawaran untuk obligasi<br \/>\nyang jatuh tempo pada 15 Mei 2027 ini mencapai Rp13,49 triliun. Imbal hasil<br \/>\nterendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,0 persen<br \/>\nini mencapai 7,04 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,25<br \/>\npersen. <\/p>\n<p>Untuk seri FR072,<br \/>\njumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp4,8 triliun dengan imbal hasil<br \/>\nrata-rata tertimbang 7,73974 persen. Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri<br \/>\nobligasi yang mempunyai tingkat kupon 8,25 persen ini mencapai 7,67 persen dan<br \/>\nimbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,8 persen. Penawaran obligasi ini jatuh<br \/>\ntempo pada 15 Mei 2036 ini mencapai Rp6,2 triliun.<\/p>\n<p>Terakhir, seri FR067, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1,7 triliun<br \/>\ndengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,95893 persen. Penawaran untuk<br \/>\nobligasi yang jatuh tempo pada 15 Februari 2044 ini mencapai Rp2,8 triliun. Imbal<br \/>\nhasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 8,75<br \/>\npersen ini mencapai 7,9 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 8,06<br \/>\npersen.<\/p>\n<p>Pada hari sebelum Selasa (11\/4) pemerintah menyerap dana sebesar Rp 17 triliun<br \/>\ndari penawaran sebesar Rp 41,8 triliun dalam pelelangan lima seri SUN.___Sumber<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam memenuhi sebagian pembiayaan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara Pemerintah menyerap dana Rp 17 triliun dari lelang enam seri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-3007","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-informasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3007","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3007"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3007\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3007"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3007"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/himdasun.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3007"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}