Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah tercatat sudah menerbitkan empat obligasi berdenominasi mata uang asing alias global bond hingga paruh pertama 2026. Global bond yang diterbitkan ini baik dalam tenor jangka pendek hingga panjang di pasar luar negeri.
Adapun nominal penerbitan obligasi berdenominasi mata uang asing atau global bond tersebut tercatat berkisar Rp210,17 triliun selama semester I-2026. Rinciannya sebagaimana berikut ini:
I. SUN Valas Dolar AS US$2,7 Miliar di Awal Tahun
Pertama, pemerintah berhasil menyelesaikan transaksi penerbitan Surat Utang Negara (SUN) dalam valuta asing berdenominasi US Dollar sebesar US$2,7 miliar pada 21 Januari 2026 atau Rp48.57 triliun (kurs Rp17.989/US$). Pricing atas transaksi ini telah dilakukan pada 12 Januari 2026.
Transaksi ini sekaligus menandai keberhasilan Pemerintah dalam menerbitkan Global Bonds dengan format SEC-registered untuk kesembilan belas kalinya.
“Hasil penerbitan ini secara umum akan digunakan untuk pembiayaan APBN tahun 2026,” menurut keterangan Kementerian Keuangan dikutip Senin (6/7/2026).
SUN pertama yang diterbitkan di awal tahun ini tersebut terdiri dari tiga seri, yakni RI0231, RI0236, dan RI0256, dengan rincian:
i. RI0231: tenor 5 tahun, nominal penerbitan US$1,1 miliar dengan kupon 4,35% dan yield 4,4%.
ii. RI0236: tenor 10 tahun, nominal penerbitan US$1,1 miliar dengan kupon 4,95% dan yield 5%.
iii. RI0256: tenor 30 tahun, nominal penerbitan US$500 juta dengan kupon 5,475% dan yield 5,5%.
Penawaran tersebut berhasil menarik minat investor global, dengan total orderbook melebihi US$ 7,7 miliar.
Berdasarkan tipenya, investor pada transaksi kali ini untuk terdiri dari asset managers/fund managers sebesar 23% untuk seri RI0231, 43% untuk RI0236, dan 60% untuk RI0256, pension funds/insurance/official institutions sebesar 5% untuk seri RI0231, 15% untuk RI0236, dan 12% untuk RI0256, sedangkan investor dari kelompok banks/others sebesar 72% untuk seri RI0231, 42% untuk RI0236 dan 28% untuk RI0256.
“Keberhasilan transaksi ini mencerminkan kepercayaan yang kuat dan berkesinambungan dari investor global terhadap Indonesia. Respon positif tersebut didorong oleh fundamental ekonomi serta kinerja APBN yang konsisten, sehingga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu sovereign issuer yang resilien dan kredibel,” kata Kementerian Keuangan.
II. Dim Sum Bonds & Euro Bond
Pemerintah menerbitkan dua Surat Utang Negara (SUN) sekaligus dengan denominasi China renminbi (Dim Sum Bond) dan dengan format SEC Shelf Registered, sebesar CNH9,25 miliar atau Rp24,51 triliun (kurs= Rp2.649,98/1CNH) dan EUR2,70 miliar atau Rp55,54 triliun (kurs= Rp20.570/1EUR) pada 4 Maret 2026.
Sama seperti sebelumnya, “Hasil penerbitan ini secara umum akan digunakan untuk pembiayaan APBN tahun 2026.”
Dim Sum Bond yang diterbitkan terdiri dari tiga seri, yakni RICNH0329, RICNH0331, RICNH0336, dengan rincian:
i. RICNH0329: tenor 3 tahun, nominal penerbitan CNH4,5 miliar dengan kupon 2,45% dan yield 2,45%.
ii. RICNH0331: tenor 5 tahun, nominal penerbitan CNH3,5 miliar dengan kupon 2,65% dan yield 2,655%.
iii. RICNH0336: tenor 10 tahun, nominal penerbitan CNH1,25 miliar dengan kupon 3,050% dan yield 3,050%.
Sementara Euro Bond yang juga diterbitkan dengan tiga seri, yakni RIEUR0334A, RIEUR0338, RIEUR0346, dengan rincian:
i. RIEUR0334A: tenor 8 tahun, nominal penerbitan EUR1,2 miliar dengan kupon 4,10% dan yield 4,104%.
ii. RIEUR0338: tenor 12 tahun, nominal penerbitan EUR800 juta dengan kupon 2,65% dan yield 2,655%.
iii. RIEUR0346: tenor 20 tahun, nominal penerbitan EUR700 juta dengan kupon 4,979% dan yield 4,982%.
Berdasarkan tipe investor, komposisi pada transaksi SUN denominasi CNH adalah sebagai berikut:
– Seri RICNH0329 (3 tahun): Banks 81,31%; Asset/Fund Managers 11,09%; Pension Funds/Insurance/Official Institutions 6,00%; Others 1,60%.
– Seri RICNH0331 (5 tahun): Banks 83,00%; Asset/Fund Managers 14,51%; Pension Funds/Insurance/Official Institutions 0,86%; Others 1,63%.
– Seri RICNH0336 (10 tahun): Banks 43,92%; Asset/Fund Managers 29,44%; Pension Funds/Insurance/Official Institutions 24,00%; Others 2,64%.
Untuk transaksi denominasi EUR, distribusi investor adalah sebagai berikut:
– RIEUR0334A (8 tahun): Asset/Fund Managers 58,46%; Pension Funds/Insurance/Official Institutions 17,25%; Banks/Other 24,29%.
– RIEUR0338 (12 tahun): Asset/Fund Managers 64,00%; Pension Funds/Insurance/Official Institutions 17,00%; Banks/Other 19,00%.
– RIEUR0346 (20 tahun): Asset/Fund Managers 60,59%; Pension Funds/Insurance/Official Institutions 23,14%; Banks/Other 16,27%.
“Keberhasilan transaksi ini menunjukkan kepercayaan yang berkelanjutan dari investor global terhadap Indonesia,” ujar Kemenkeu.
III. Samurai Bond & Blue Bonds
Pemerintah telah menyelesaikan transaksi penerbitan Surat Utang Negara (SUN) dalam valuta asing berdenominasi Yen Jepang (Samurai Bond) sebesar JPY 172,1 miliar atau Rp19,14 triliun (Kurs=Rp111,2/1JPY) pada 30 April 2026, dengan tenor Long 3 tahun, Long 5 tahun, 7 tahun, dan 10 tahun.
Samurai Bond yang diterbitkan terdiri dari tiga seri, yakni:
i. RIJPY0629A: tenor 3 tahun, nominal penerbitan JPY126,3 miliar dengan kupon 2,35%
ii. RIJPY0631: tenor 5 tahun, nominal penerbitan JPY39,2 miliar dengan kupon 2,65%
iii. RICNH0336: tenor 10 tahun, nominal penerbitan CNH1,25 miliar dengan kupon 3,050%
“Penerbitan Samurai Bond ini ditujukan untuk mendukung pembiayaan APBN Tahun 2026,” ucap Kemenkeu.
Pada transaksi kali ini, Pemerintah menerbitkan Blue Bonds berdenominasi Yen Jepang untuk ke-empat kalinya sebesar JPY6,5 miliar atau Rp722,75 miliar dengan tenor 7 tahun dan 10 tahun. Penerbitan Blue Bonds yang ke-empat sejak tahun 2023 ini memperkuat komitmen Indonesia dalam pengembangan instrumen keuangan berkelanjutan di pasar global serta strategi untuk diversifikasi sumber pembiayaan.
“Tercapainya total orderbook sebesar JPY 172,1 miliar ini didukung oleh beberapa faktor, yaitu kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi dan kredibilitas fiskal Indonesia, komunikasi yang efektif dengan investor Jepang, pemanfaatan momentum pasar yang tepat sebagai penerbit sovereign Samurai pertama di tahun fiskal 2026, serta daya tarik tambahan dari penerbitan instrumen tematik seperti Blue Bonds.”
Berdasarkan tipenya, investor untuk transaksi kali ini terdiri atas Asset Managers (17%), City Banks (12%), Life Insurance Companies (5%), Trust Banks (2%), Public Funds (2%), Regional Cooperatives (1%), serta partisipasi yang tinggi dari investor non-Jepang (61%).
IV. Global Bond USD & Euro
Pemerintah melakukan penerbitan Surat Utang Negara (SUN) dalam 2 (dua) mata uang asing (dual-currency), yaitu US Dollar (USD) dan Euro (EUR) dengan format SEC-registered, masing-masing sebesar USD2 miliar atau Rp35,98 triliun dan EUR1,25 miliar atau Rp25,71 triliun pada 29 Mei 2026.
Obligasi yang diterbitkan terdiri dari empat seri, yakni:
i. RIO531: tenor 5 tahun, nominal penerbitan US$750 juta dengan kupon 5,03% dan yield 5,05%
ii. RI0536: tenor 10 tahun, nominal penerbitan US$1,25 miliar dengan kupon 5,69% dan yield 5,7%.
iii. RIEUR0533 (SDG Bond): tenor 7 tahun, nominal penerbitan EUR600 juta dengan kupon 4,5% dan yield 4,558%.iii.
iv. RIEUR0538: tenor 12 tahun, nominal penerbitan EUR650 juta dengan kupon 5,125% dan yield 5,140%.
Pemerintah mengumumkan pembukaan penawaran SUN denominasi USD pada sesi pagi pasar Asia tanggal 19 Mei 2026, diikuti denominasi EUR pada pembukaan pasar Eropa pada hari yang sama. Penawaran tersebut menarik permintaan yang kuat dari investor global, yang ditandai dengan peak orderbook sebesar USD6,5 miliar dan EUR3 miliar.
Pada transaksi kali ini Pemerintah menerbitkan SDG Bond dalam denominasi Euro untuk keempat kalinya sebesar EUR600 juta. Penerbitan SDG Bond ini mengacu pada Sustainable Government Securities Framework yang sejalan dengan prinsip-prinsip International Capital Market Association (ICMA).
“Penerbitan SUN dalam valuta asing ini secara umum akan digunakan untuk mendukung pembiayaan APBN. Khusus untuk SDG Bond, hasil dari penerbitan akan dialokasikan pada proyek-proyek SDGs yang memenuhi kriteria berdasarkan Sustainable Government Securities Framework,” kata Kemenkeu.
Download Apps CNBC Indonesia sekarang https://app.cnbcindonesia.com/
Download Apps CNBC Indonesia sekarang https://app.cnbcindonesia.com/
Investor Global Borong Surat Utang RI, Setengah Tahun Cetak Rp270 T
Baca artikel CNBC Indonesia “Investor Global Borong Surat Utang RI, Setengah Tahun Cetak Rp270 T” selengkapnya di sini: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260706111043-17-748315/investor-global-borong-surat-utang-ri-setengah-tahun-cetak-rp270-t
Download Apps CNBC Indonesia sekarang https://app.cnbcindonesia.com/