August 28, 2025

Bahana Sekuritas Fixed Income Morning Flash

Market Brief

Pasar obligasi Indonesia berdenominasi Rupiah menguat pada perdagangan kemarin, dimana sebagian besar yield SUN turun pada kisaran 1–6 bp di sepanjang kurva. Namun demikian, yield SUN tenor 10 tahun relatif tidak banyak berubah di level 6,33%. Nilai tukar Rupiah melemah ke IDR16.368/USD kemarin, dari posisi penutupan hari sebelumnya di level IDR16.299/USD. Aktivitas perdagangan meningkat, tercermin dari volume transaksi outright SBN yang naik menjadi IDR40,9 triliun, dari IDR33,3 triliun pada hari sebelumnya. Di pasar obligasi korporasi, volume perdagangan juga mencatat peningkatan signifikan menjadi IDR7,0 triliun. Sementara itu, yield obligasi pemerintah Indonesia berdenominasi USD naik terbatas, dimana yield Indo-30, Indo-35, dan Indo-54 masing-masing ditutup di level 4,25% (+2 bp), 5,05% (+1 bp), dan 5,55% (+1 bp).

Pasar obligasi pemerintah AS menguat pada perdagangan semalam ditengah minimnya rilis data ekonomi. Kenaikan harga obligasi ini terutama dimotori oleh tenor pendek, dimana yield tenor 2 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun masing-masing ditutup di level 3,61% (-7 bp), 3,70% (-4 bp), dan 4,24% (-2 bp). Investor masih memperhitungkan tingginya kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter, dengan CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas sebesar 88,2% terhadap potensi penurunan suku bunga sebesar 25 bp pada pertemuan FOMC September mendatang. Fokus pasar kini tertuju pada sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis akhir pekan ini—termasuk PDB, personal consumption, initial jobless claims, dan pending home sales pada hari Kamis ini, diikuti data inflasi PCE, personal income, serta personal spending di hari Jumat—yang diperkirakan akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai prospek ekonomi AS dan arah kebijakan The Fed. Penurunan yield U.S. Treasury semalam juga didorong oleh permintaan yang solid dalam lelang obligasi pemerintah tenor 5 tahun senilai USD70,0 miliar, dengan bid-to-cover ratio tercatat 2,36x—lebih tinggi dibandingkan lelang sebelumnya (2,31x) maupun rata-rata tiga kali lelang terakhir (2,35x). Sementara itu, pergerakan obligasi Eropa cenderung variatif semalam, dimana yield obligasi Pemerintah Jerman, Inggris, dan Prancis tenor 10 tahun masing-masing ditutup di level 2,70% (-2 bp), 4,73% (-1 bp), dan 3,52% (+2 bp).

Yield di pasar surat utang Indonesia diperkirakan akan bergerak dalam rentang yang terbatas dalam jangka pendek, seiring dengan belum adanya katalis yang kuat baik dari sisi eksternal maupun domestik. Tren yield yang rendah diperkirakan masih akan berlanjut, ditopang oleh likuiditas domestik yang melimpah serta minat investor yang solid. Namun demikian, ruang penurunan yield secara signifikan diperkirakan akan lebih terbatas, mengingat level yield pasar yang telah sepenuhnya mencerminkan fundamental ekonomi saat ini. Tanpa adanya perubahan kondisi fundamental ekonomi, potensi penurunan imbal hasil yang lebih dalam diperkirakan tetap terbatas.

Fixed Income News

• Pemerintah Indonesia kembali akan melakukan lelang Sukuk Negara pada Selasa, 2 September 2025, dengan target indikatif sebesar IDR9,0 triliun.

• PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap V senilai IDR1,4 triliun, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan IV Tahap V senilai Rp1,1 triliun, serta Obligasi USD Berkelanjutan II INKP Tahap III senilai USD20,0 juta.

Berita Lainnya

Breaking News! IHSG Turun 1%, Tekanan Jual Kian Dalam

April 2, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian tertekan pada perdagangan Kamis (2/4/2026). Hingga pukul 09.23 WIB, IHSG […]

Trade Review: March Goods Trade Surplus Remained Low Ahead of the War

April 2, 2026

Goods trade surplus stayed low. The goods trade surplus remained low at USD1.3bn in Feb albeit widening slightly from USD1bn in […]

Berita Lainnya

Breaking News! IHSG Turun 1%, Tekanan Jual Kian Dalam

April 2, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian tertekan pada perdagangan Kamis (2/4/2026). Hingga pukul 09.23 WIB, IHSG […]

Trade Review: March Goods Trade Surplus Remained Low Ahead of the War

April 2, 2026

Goods trade surplus stayed low. The goods trade surplus remained low at USD1.3bn in Feb albeit widening slightly from USD1bn in […]

Scroll to Top