February 3, 2025

Perang Dagang Dimulai, Tekanan IHSG dan Rupiah Makin Kencang

Senin, 03 Februari 2025 / 09:21 WIB

Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi mengenakan kenaikan tarif dagang untuk Kanada, Meksiko dan China. Kebijakan ini dinilai akan menjadi sentimen negatif bagi pasar keuangan Tanah Air. 

Seperti diketahui, Trump mengenakan tarif sebesar 25% pada Meksiko dan Kanada. Tak hanya itu, AS juga menetapkan bea sebesar 10% pada China. 

Di sisi lain, Kanada mengumumkan tarif balasan sebesar 25% terhadap barang-barang AS senilai US$ 155 miliar. Meksiko juga menyatakan akan melakukan tindak balasan. 

Chief Economist & Head of Research Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto menilai prospek ekonomi dan pasar ke depan akan penuh dengan ketidakpastian. 

Beberapa risiko terbesar, jika perang dagang mengalami eskalasi atau negara mitra dagang AS melakukan tindakan balasan adalah pelemahan pertumbuhan ekonomi dan kenaikan inflasi. 

“Serta akan terus terjadinya kecenderungan flight to safety ke aset-aset yang dianggap aman seperti dolar dan emas,” jelas Rully, Senin (3/2). 

Menurutnya, hal ini berpotensi menjadi tekanan pada perdagangan di pasar saham. Tekanan terhadap rupiah juga berpotensi meningkat dan Bank Indonesia (BI) akan terus melakukan kebijakan stabilitas. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Senin (3/2) dengan melemah 0,30% level 7.087,75. Koreksi IHSG sejalan dengan melemahnya sejumlah bursa di kawasan Asia.

Pukul 09:10 WIB, Hang Seng melemah 1,80% atau turun 364,11 poin. Pelemahan juga terjadi pada indeks bursa di Jepang, Nikkei 225 yang melemah 2,25%.

Sementara rupiah spot juga dibuka melemah pada perdagangan Senin (3/2) pagi. Pukul 09.09 WIB, rupiah spot ada di level Rp 16.440 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,83% dari akhir pekan lalu yang ada di Rp 16.305 per dolar AS.

Berita Lainnya

Ekonom: Kenaikan BI Rate Jadi Langkah Rasional untuk Jaga Rupiah

June 24, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75% melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) […]

Bahana Sekuritas Fixed Income Morning Flash

June 24, 2026

Market Brief Indonesia’s local-currency government bond market weakened yesterday, with yields rising by 5–15 bps across the curve. The benchmark […]

Berita Lainnya

Ekonom: Kenaikan BI Rate Jadi Langkah Rasional untuk Jaga Rupiah

June 24, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75% melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) […]

Bahana Sekuritas Fixed Income Morning Flash

June 24, 2026

Market Brief Indonesia’s local-currency government bond market weakened yesterday, with yields rising by 5–15 bps across the curve. The benchmark […]

Scroll to Top