September 21, 2020

Ramalan Pergerakan IHSG, Rupiah hingga Harga Emas Pekan Ini

Jakarta – Beragam sentimen masih menyelimuti dunia investasi pekan ini. Ketidakpastian masih menaungi para investor di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai.Untuk pasar modal diperkirakan minggu ini cukup berat bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sementara nilai tukar rupiah diyakini masih ada peluang untuk menguat terhadap dolar AS. Sedangkan emas diyakini dalam kondisi bullish.Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menjelaskan, dari sisi eksternal salah satu sentimen datang dari meningkatnya ketegangan antara pemerintah AS dan China juga menjadi perhatian pelaku pasar. Pemerintahan Trump berencana untuk melarang WeChat dan aplikasi berbagi video TikTok di Amerika Serikat mulai Minggu malam.Sementara untuk domestik sentimen yang paling kuat adalah pemberlakukan PSBB Jakarta yang kembali diperketat. Namun ternyata penerapanya tidak sama persis dengan pemberlakuan PSBB periode pertama atau lebih longgar. Hal itu membuat IHSG naik di awal pekan lalu.”Tetapi dampak PSBB Total yang longgar tetap diperkirakan akan mengganggu aktivitas bisnis dan perusahaan. Pasar saham dunia juga tertekan beberapa sentimen negatif mulai dari valuasi yang mahal, lonjakan kasus COVID-19, ketegangan China AS,” tuturnya kepada detikcom.Berdasarkan sentimen itu Hans memperkirakan IHSG selama seminggu berpeluang konsolidasi melemah dengan support di level 5.000 sampai 4.754 dan resistance di level 5.100 sampai 5.187.Sementara Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper menilai penguatan IHSG pada Jumat kemarin cukup mencurigakan. Sebab IHSG ditutup menguat di tengah banyaknya sentimen negatif dan tingginya kasus COVID-19 yang semakin mengkhawatirkan.Oleh karena itu dia memprediksi di awal pekan IHSG akan melemah dengan proyeksi resistance 5.100-5.079 dan support 5.030-5.002.”IHSG diprediksi melemah terbatas. Secara teknikal stochastic bergerak menyempit mengindikasikan trend pelemahan akan terbatas. Pergerakan akan dipengaruhi kekhawatiran akan semakin tingginya kasus COVID-19 dari dalam negeri. Pergerakan akan cenderung terbatas dikarenakan minimnya sentimen pada awal pekan,” tambahnya.Meski begitu masih ada peluang untuk belanja saham. Cek di halaman berikutnya untuk rekomendasi 5 saham.

Berita Lainnya

Rupiah Pagi Berotot di Rp16.851 per Dolar AS Usai Harga Minyak Turun

March 11, 2026

Jakarta, CNN Indonesia — Nilai tukar rupiah berada di level Rp16.851 per dolar AS pada Rabu (11/3) pagi. Mata uang Garuda menguat […]

Softer Sukuk Auction Demand; Rupiah Assets Rally on Domestic Support

March 11, 2026

Total incoming bids in the final 1Q26 sukuk auction softened further to Rp31tn (vs. Rp35.6tn on 24-Feb; YTD average: Rp40.9tn), […]

Berita Lainnya

Rupiah Pagi Berotot di Rp16.851 per Dolar AS Usai Harga Minyak Turun

March 11, 2026

Jakarta, CNN Indonesia — Nilai tukar rupiah berada di level Rp16.851 per dolar AS pada Rabu (11/3) pagi. Mata uang Garuda menguat […]

Softer Sukuk Auction Demand; Rupiah Assets Rally on Domestic Support

March 11, 2026

Total incoming bids in the final 1Q26 sukuk auction softened further to Rp31tn (vs. Rp35.6tn on 24-Feb; YTD average: Rp40.9tn), […]

Scroll to Top