May 27, 2025

Bahana Sekuritas Fixed Income Morning Flash

Market Brief

Pasar surat utang Indonesia berdenominasi Rupiah menguat terbatas pada perdagangan awal pekan ini. Sebagian besar yield SUN turun 1–3 basis poin (bp) di sepanjang kurva, dimana yield tenor 10 tahun turun 1 bp ke level 6,82%. Nilai tukar Rupiah melemah terbatas ke level IDR16.249/USD kemarin, dari posisi penutupan akhir pekan lalu di level IDR16.218/USD. Meskipun Rupiah melemah, aktivitas perdagangan di SBN masih relatif tinggi. Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar IDR21,7 triliun kemarin, sedikit diatas volume transaksi hari Jumat yang sebesar IDR21,3 triliun. Sementara itu, aktivitas perdagangan obligasi korporasi tercatat lebih terbatas dengan volume transaksi sebesar IDR1,5 triliun kemarin. Yield obligasi pemerintah berdenominasi USD tidak banyak berubah dibandingkan level penutupan pekan lalu, dimana yield Indo-30, Indo-35, dan Indo-54 masing-masing ditutup di level 4,73%, 5,44%, dan 5,85%.

Pasar obligasi Eropa menguat terbatas pada perdagangan awal pekan ini, didukung oleh meredanya tensi perdagangan global setelah Presiden AS Donald Trump menunda rencana kenaikan tarif sebesar 50% terhadap impor asal Eropa. Penundaan ini—dari sebelumnya 1 Juni menjadi 9 Juli—mengurangi kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi yang signifikan dan tekanan inflasi yang lebih tinggi. Penundaan tersebut turut memicu penguatan Euro ke level tertingginya sejak akhir April, serta mendorong permintaan terhadap aset berdenominasi Euro. Sementara itu, USD melanjutkan tren pelemahannya terhadap mayoritas mata uang utama dunia, dipicu oleh kekhawatiran fiskal terhadap usulan kebijakan belanja yang meningkat dan pemotongan pajak AS. Hal ini mendorong pergeseran alokasi aset dari instrumen berdenominasi USD menuju obligasi pemerintah Eropa sebagai alternatif safe haven yang relatif lebih menarik. Dalam pernyataan yang mendukung penguatan Euro, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde, menyampaikan bahwa dinamika global saat ini memberikan peluang bagi Euro untuk memperkuat perannya sebagai mata uang cadangan alternatif yang kredibel—terutama jika Uni Eropa dapat memperkuat pondasi keuangan dan arsitektur keamanannya. Namun demikian, penurunan yield obligasi Eurozone semalam cenderung lebih terbatas karena pasar masih mencermati pernyataan Lagarde yang menyerukan penerbitan obligasi bersama Uni Eropa secara lebih luas. Selain itu, pelaku pasar juga masih cenderung hati-hati menjelang rilis beberapa data makroekonomi penting, diantaranya inflasi Prancis dan indeks kepercayaan konsumen kawasan Euro yang dijadwalkan rilis pada hari Selasa, serta data CPI Jerman yang akan dirilis akhir pekan ini. Yield obligasi pemerintah Jerman dan Prancis tenor 10 tahun masing-masing ditutup di level 2,56% (-1 bp) dan 3,24% (-2 bp). Sementara itu, yield obligasi pemerintah AS dan Inggris tidak mengalami perubahan dari level penutupan pekan lalu karena pasar di kedua negara tersebut libur awal pekan ini.

Pasar surat utang Indonesia diperkirakan masih akan bergerak dalam rentang yang terbatas dalam waktu dekat seiring masih tingginya ketidakpastian global. Fokus investor diperkirakan akan tertuju pada lelang Sukuk Negara hari ini. Apabila lelang kali ini sukses dengan partisipasi investor yang tinggi dan Pemerintah mampu menerbitkan Sukuk sesuai target indikatifnya atau lebih, berpotensi menjadi katalis positif bagi pasar surat utang domestik dalam jangka pendek.

Fixed Income News

• Pemerintah akan melakukan lelang Sukuk Negara hari ini dengan target indikatif sebesar IDR8,0 triliun.

• PT Summit Oto Finance (SOF) berencana menerbitkan Obligasi I Summit Oto Finance Tahun 2025 senilai total Rp1,5 triliun.

Berita Lainnya

Breaking News! IHSG Turun 1%, Tekanan Jual Kian Dalam

April 2, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian tertekan pada perdagangan Kamis (2/4/2026). Hingga pukul 09.23 WIB, IHSG […]

Trade Review: March Goods Trade Surplus Remained Low Ahead of the War

April 2, 2026

Goods trade surplus stayed low. The goods trade surplus remained low at USD1.3bn in Feb albeit widening slightly from USD1bn in […]

Berita Lainnya

Breaking News! IHSG Turun 1%, Tekanan Jual Kian Dalam

April 2, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian tertekan pada perdagangan Kamis (2/4/2026). Hingga pukul 09.23 WIB, IHSG […]

Trade Review: March Goods Trade Surplus Remained Low Ahead of the War

April 2, 2026

Goods trade surplus stayed low. The goods trade surplus remained low at USD1.3bn in Feb albeit widening slightly from USD1bn in […]

Scroll to Top