April 10, 2026

Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.065

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Jumat (10/4/2026).
Merujuk data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan di posisi Rp17.065/US$ atau terapresiasi sebesar 0,09%. Penguatan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup melemah 0,44% ke level Rp17.080/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat 0,04% ke level 98,861.

Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik.

Dari eksternal, pelaku pasar masih mencermati arah pergerakan dolar AS di tengah situasi global yang belum sepenuhnya stabil. Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia pagi ini tercatat menguat. Kondisi ini membuat ruang penguatan mata uang negara lain, termasuk rupiah, menjadi lebih terbatas.

Pasar valuta asing global sendiri masih bergerak hati-hati. Pelaku pasar kini memantau apakah gencatan senjata antara AS dan Iran benar-benar dapat bertahan, setelah sehari sebelumnya pengumuman tersebut sempat menekan dolar AS cukup dalam. Artinya, ketenangan pasar saat ini masih rapuh dan pergerakan mata uang tetap sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik.

Dari dalam negeri, pasar juga menanti rilis Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dari Bank Indonesia (BI) pada siang hari nanti. Data ini penting karena memberi gambaran mengenai persepsi rumah tangga terhadap kondisi ekonomi saat ini sekaligus ekspektasi mereka ke depan.

Pada rilis terakhir, Survei Konsumen BI menunjukkan keyakinan konsumen pada Februari 2026 masih tetap kuat. Hal itu tercermin dari IKK yang berada di level 125,2. Meski turun dari posisi Januari 2026 yang sebesar 127,2, angka tersebut masih menunjukkan optimisme karena tetap berada di atas level 100.

Tetap kuatnya keyakinan konsumen pada Februari ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang naik menjadi 115,9 dari 115,1 pada Januari. Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga masih berada di level optimistis, yakni 134,4, meski sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya.

Karena itu, rilis IKK Maret 2026 akan dicermati pelaku pasar untuk melihat apakah optimisme konsumen masih terjaga atau mulai melemah di tengah tekanan global yang belum sepenuhnya reda.

Berita Lainnya

Bank Dunia ‘Ramal’ Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 4,7% di 2026

April 9, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia – World Bank atau Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 4,7%,. Adapun, perkiraan Bank […]

BNIS Fixed Income Daily Report

April 9, 2026

Bond Market Review (Wednesday,04/08) Prices of Government Debt Securities (SUN) strengthened in yesterday’s trading session, with yields declining more sharply […]

Berita Lainnya

Bank Dunia ‘Ramal’ Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 4,7% di 2026

April 9, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia – World Bank atau Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 4,7%,. Adapun, perkiraan Bank […]

BNIS Fixed Income Daily Report

April 9, 2026

Bond Market Review (Wednesday,04/08) Prices of Government Debt Securities (SUN) strengthened in yesterday’s trading session, with yields declining more sharply […]

Scroll to Top