Oktober 6, 2025

Bahana Sekuritas Fixed Income Morning Flash

Market Brief

Pasar surat utang Indonesia berdenominasi Rupiah melanjutkan penguatan terbatasnya pada perdagangan hari terakhir pekan lalu, dimana yield SUN turun 1–5 bp di sepanjang kurva. Yield SUN tenor 10 tahun turun 1 bp ke level 6,32%. Nilai tukar Rupiah menguat tipis ke level IDR16.563/USD di hari Jumat, dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya di level IDR16.598/USD. Aktivitas di pasar sekunder meningkat, dengan volume transaksi outright SBN naik menjadi IDR34,7 triliun dari IDR29,1 triliun pada hari sebelumnya, sementara volume perdagangan obligasi korporasi tercatat sebesar IDR1,7 triliun. Yield obligasi pemerintah berdenominasi USD bergerak dalam rentang yang terbatas, dimana yield Indo-30 dan Indo-35 masing-masing turun 1 bp ke level 4,17% dan 4,92%, sedangkan yield Indo-54 tidak berubah di level 5,37%.

Yield U.S. Treasury meningkat di hari Jumat, seiring investor beralih memantau indikator alternatif di tengah terhentinya publikasi data ekonomi resmi akibat penutupan sementara (shutdown) pemerintahan AS. Kondisi tersebut memaksa Departemen Tenaga Kerja untuk menangguhkan seluruh aktivitasnya, termasuk publikasi laporan ketenagakerjaan nonpertanian (nonfarm payrolls) bulan September, sehingga membatasi ketersediaan indikator ekonomi penting bagi Federal Reserve menjelang pertemuan kebijakan moneter Oktober mendatang. Dari data ekonomi yang dirilis, indeks ISM Services PMI tercatat turun tipis menjadi 51,7 pada September dari 52,0 di bulan sebelumnya, namun masih berada di atas ekspektasi pasar sebesar 50,0. Sementara itu, indeks S&P Global Services PMI tidak berubah dari bulan sebelumnya di level 53,9. Pekan ini, Departemen Keuangan AS dijadwalkan melelang surat utang pemerintah senilai total USD119 miliar, terdiri dari USD58 miliar tenor 3 tahun, USD39 miliar tenor 10 tahun, dan USD22 miliar tenor 30 tahun. Prospek peningkatan supply tersebut turut memberikan tekanan kenaikan yield U.S. Treasury. Pasar obligasi AS juga ditutup melemah akhir pekan lalu seiring adanya aksi ambil untung pasca reli di akhir September dan meningkatnya selera risiko investor. Yield U.S. Treasury tenor 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, dan 30 tahun masing-masing naik ke level 3,58% (+4 bp), 3,72% (+5 bp), 4,12% (+4 bp), dan 4,71% (+2 bp). Di kawasan Eropa, pergerakan yield obligasi pemerintah relatif terbatas, dimana yield obligasi tenor 10 tahun Inggris turun 2 bp ke level 4,69%, Prancis turun 1 bp ke level 3,51%, dan Jerman stabil di level 2,70%.

Yield obligasi di pasar surat utang Indonesia diperkirakan akan bergerak dalam rentang yang terbatas dalam waktu dekat seiring variatifnya sentimen eksternal maupun domestik. Tekanan kenaikan yield dapat muncul dari peningkatan yield U.S. Treasury ditengah ketidakpastian berlanjut terkait penutupan pemerintahan AS, yang menunda publikasi sejumlah data ekonomi penting dan menimbulkan ketidakjelasan terhadap arah kebijakan The Fed. Namun demikian, meredanya tekanan depresiasi Rupiah, yang juga didukung oleh likuiditas domestik yang cukup besar, berpotensi menahan kenaikan yield di pasar domestik. Selain itu, pelaku pasar diperkirakan tidak akan terlalu agresif menjelang lelang SUN besok.

Fixed Income News

• PT Toyota Astra Financial (TAFS) berencana untuk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra Financial Services Tahap II Tahun 2025 senilai IDR1,0 triliun.

• PEFINDO menetapkan peringkat idAA- untuk PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) serta rencana penerbitan Shelf Registration Bond I Tahun 2025 senilai IDR5,0 triliun.

Best Regards,

Bahana Sekuritas Fixed Income Research

Berita Lainnya

Breaking News! IHSG Turun 1%, Tekanan Jual Kian Dalam

April 2, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian tertekan pada perdagangan Kamis (2/4/2026). Hingga pukul 09.23 WIB, IHSG […]

Trade Review: March Goods Trade Surplus Remained Low Ahead of the War

April 2, 2026

Goods trade surplus stayed low. The goods trade surplus remained low at USD1.3bn in Feb albeit widening slightly from USD1bn in […]

Berita Lainnya

Breaking News! IHSG Turun 1%, Tekanan Jual Kian Dalam

April 2, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian tertekan pada perdagangan Kamis (2/4/2026). Hingga pukul 09.23 WIB, IHSG […]

Trade Review: March Goods Trade Surplus Remained Low Ahead of the War

April 2, 2026

Goods trade surplus stayed low. The goods trade surplus remained low at USD1.3bn in Feb albeit widening slightly from USD1bn in […]

Scroll to Top