Oktober 2, 2025

Bahana Sekuritas Fixed Income Morning Flash

Market Brief

Pasar surat utang Indonesia berdenominasi Rupiah menguat terbatas kemarin, dimana sebagian besar yield SUN turun 1–4 bp di sepanjang kurva. Yield SUN tenor 10 tahun turun 4 bp ke level 6,34%. Nilai tukar Rupiah menguat terbatas ke level IDR16.635/USD dari IDR16.665/USD. Aktivitas pasar sekunder cenderung moderat, tercermin dari volume transaksi outright SBN yang menurun menjadi IDR31,3 triliun kemarin, dibandingkan IDR50,7 triliun pada hari sebelumnya, sementara volume perdagangan obligasi korporasi tercatat sebesar IDR2,5 triliun. Sejalan dengan pasar obligasi berdenominasi Rupiah, obligasi pemerintah Indonesia berdenominasi USD juga menguat terbatas, dimana yield Indo-30 dan Indo-54 masing-masing turun ke level 4,18% (-2 bp) dan 5,39% (-1 bp).

Yield U.S. Treasury turun pada perdagangan hari Rabu setelah data pasar tenaga kerja menunjukkan pelemahan yang lebih besar dari perkiraan, yang diperburuk oleh ketidakpastian akibat penutupan pemerintahan (government shutdown). Laporan ADP mencatat penurunan 32 ribu tenaga kerja sektor swasta pada bulan September, jauh di bawah ekspektasi konsensus yang memperkirakan kenaikan 51 ribu, sementara data Agustus direvisi menjadi turun sebesar 3 ribu. Data tersebut memperkuat sinyal pelemahan pasar tenaga kerja, sehingga meningkatkan kekhawatiran atas daya tahan ekonomi di tengah potensi shutdown yang berkepanjangan. Kebuntuan kesepakatan pendanaan fiskal AS ini telah menunda publikasi data ketenagakerjaan dari Pemerintah, termasuk data klaim pengangguran mingguan dan laporan nonfarm payrolls September, sehingga akan mempersulit proses asesmen The Fed menjelang FOMC pada 29 Oktober. Mempertimbangkan kondisi tersebut, para pelaku pasar meningkatkan ekspektasi terhadap dua kali pemangkasan suku bunga tambahan oleh The Fed hingga akhir tahun ini. Pelemahan pasar tenaga kerja juga terjadi seiring dengan kontraksi manufaktur AS yang berlanjut selama tujuh bulan berturut-turut berdasarkan laporan ISM. Dengan beberapa hal tersebut, yield U.S. Treasury turun di sepanjang kurva, dimana yield tenor 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, dan 30 tahun masing-masing ditutup di level 3,54% (-7 bp), 3,67% (-7 bp), 4,10% (-5 bp), dan 4,71% (-2 bp). Di Eropa, pasar obligasi pemerintah bergerak relatif stabil, dimana yield 10 tahun di Jerman, Inggris, dan Prancis masing-masing ditutup di level 2,71% (flat), 4,69% (-1 bp), dan 3,53% (flat).

Pasar surat utang Indonesia diperkirakan masih akan melanjutkan penguatan terbatasnya, seiring membaiknya sentimen global terkait prospek pelonggaran moneter The Fed. Faktor domestik juga tetap mendukung, dimana inflasi terjaga dalam rentang target Bank Indonesia. Inflasi headline September tercatat sebesar 2,65% YoY, masih berada dalam rentang sasaran Bank Indonesia sebesar 2,5% ± 1%, sementara inflasi inti tercatat 2,19% YoY, sejalan dengan perkiraan konsensus. Ketahanan eksternal tetap terjaga, ditopang surplus perdagangan sebesar USD5,49 miliar di bulan Agustus, lebih tinggi dibandingkan surplus Juli sebesar USD4,17 miliar. Surplus perdagangan yang berlanjut berpotensi memberikan dukungan tambahan bagi pergerakan Rupiah, yang juga dapat memperkuat stabilitas pasar surat utang domestik.

Fixed Income News

• PEFINDO menegaskan peringkat idAAA untuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan obligasi yang masih beredar, serta mempertahankan peringkat idAA untuk Subordinated Medium-Term Notes (MTN) II yang masih beredar.

• PEFINDO menegaskan peringkat idA untuk PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) serta Shelf Registration Bond I dan II yang masih beredar.

Berita Lainnya

Breaking News! IHSG Turun 1%, Tekanan Jual Kian Dalam

April 2, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian tertekan pada perdagangan Kamis (2/4/2026). Hingga pukul 09.23 WIB, IHSG […]

Trade Review: March Goods Trade Surplus Remained Low Ahead of the War

April 2, 2026

Goods trade surplus stayed low. The goods trade surplus remained low at USD1.3bn in Feb albeit widening slightly from USD1bn in […]

Berita Lainnya

Breaking News! IHSG Turun 1%, Tekanan Jual Kian Dalam

April 2, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian tertekan pada perdagangan Kamis (2/4/2026). Hingga pukul 09.23 WIB, IHSG […]

Trade Review: March Goods Trade Surplus Remained Low Ahead of the War

April 2, 2026

Goods trade surplus stayed low. The goods trade surplus remained low at USD1.3bn in Feb albeit widening slightly from USD1bn in […]

Scroll to Top