September 12, 2025

Bahana Fixed Income News Highlights

Data Inflasi AS: Inflasi headline AS naik ke level 2,9% YoY pada Agustus 2025, merupakan level tertingginya sejak Januari 2025, setelah tercatat sebesar 2,7% YoY pada Juni 2025 dan Juli 2025, tetapi sejalan dengan ekspektasi konsensus. Tekanan inflasi meningkat untuk harga makanan, produk otomotif, dan harga energi untuk pertama kalinya naik selama tujuh bulan terakhir. Secara bulanan, data CPI AS naik sebesar 0,4% MoM pada Agustus 2025, merupakan level tertingginya sejak Januari 2025, di atas perkiraan konsensus sebesar 0,3% MoM. (Reuters)

Suku Bunga ECB: European Central Bank (ECB) mempertahankan tiga suku bunganya, yaitu fasilitas simpanan sebesar 2,00%, suku bunga refinancing utama sebesar 2,15%, dan suku bunga pinjaman marjinal sebesar 2,40%, yang sejalan dengan ekspektasi konsensus. Inflasi Eropa masih di sekitar target ECB sebesar 2%. ECB memperkirakan inflasi headline di Eropa sebesar 2,1% pada tahun 2025, menurun menjadi 1,7% pada tahun 2026 dan naik sedikit menjadi 1,9% pada tahun 2027. (CNBC)

Klaim Pengangguran AS: Klaim pengangguran di AS naik sebesar 27.000 dari pekan sebelumnya menjadi 263.000 pada pekan pertama September 2025, merupakan level tertingginya sejak Oktober 2021, dan jauh di atas ekspektasi konsensus sebesar 235.000. Data ini memperkuat bukti memburuknya kondisi ketenagakerjaan di AS. (CNBC)

Ekspektasi Pemangkasan FFR: Dengan inflasi yang stabil dan risiko pertumbuhan ekonomi yang meningkat, pelaku pasar memperkirakan Fed akan memprioritaskan lapangan kerja. Ekspektasi investor global meningkat atas pemangkasan suku bunga Fed untuk meredam pelemahan pasar tenaga kerja di AS. Saat ini, konsensus memperkirakan tiga kali pemangkasan FFR hingga akhir tahun, dimulai pada September 2025. (Reuters)

Harga Minyak: Harga minyak Brent turun sekitar 2% menjadi USD66/barel seiring kekhawatiran permintaan minyak global di AS dan kekhawatiran kelebihan pasokan global yang lebih besar mengimbangi risiko geopolitik di Timur Tengah dan Ukraina. International Energy Agency (IEA) proyeksikan pertumbuhan pasokan minyak global yang lebih kuat ke depan, didorong oleh peningkatan produksi OPEC+, sementara persediaan minyak mentah AS secara tak terduga naik sebesar 3,9 juta barel pekan lalu. (CNBC)

Berita Lainnya

Breaking! IHSG Dibuka Turun 0,32%

Maret 13, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dalam tekanan pagi ini, Jumat (13/3/2026). IHSG mengawali perdagangan dengan penurunan […]

Trimegah FI Daily

Maret 13, 2026

Fixed InSight Today’s highlights: Trump planned to suspend the Jones Act, which would allow foreign tankers to transport oil between […]

Berita Lainnya

Breaking! IHSG Dibuka Turun 0,32%

Maret 13, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dalam tekanan pagi ini, Jumat (13/3/2026). IHSG mengawali perdagangan dengan penurunan […]

Trimegah FI Daily

Maret 13, 2026

Fixed InSight Today’s highlights: Trump planned to suspend the Jones Act, which would allow foreign tankers to transport oil between […]

Scroll to Top