Februari 5, 2025

Rupiah Kembali Menguat Seiring Meningkatnya Peluang Pemangkasan The Fed

Penulis : Indah Handayani
5 Feb 2025 | 09:34 WIB

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat kembali pada Rabu pagi (5/2/2025). Hal itu seiring meningkatnya peluang pemangkasan The Fed.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.09 WIB di pasar spot exchange, rupiah menguat 41 poin (0,25%) ke level Rp 16.310 per dolar AS. Pada perdagangan Senin (3/2/2025), mata uang rupiah sempat ditutup menguat 97 poin (0,59%) berada di level Rp 16.351 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar terpantau menguat 0,03 poin (0,03%) menjadi 107,9. Sedangkan imbal hasil obligasi AS 10 tahun terlihat turun 8 poin di level 4,51%.

Dikutip dari Reuters, dolar AS kehilangan sebagian keuntungannya setelah investor melihat peluang lebih besar bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneternya tahun ini. Hal ini memicu reli di pasar obligasi AS.

Sentimen pasar juga didukung oleh respons Beijing yang cukup moderat terhadap tambahan tarif 10% yang diberlakukan Trump, yang hanya mencakup impor AS senilai US$ 14 miliar.

“Langkah-langkah ini tergolong cukup ringan dibandingkan kebijakan AS dan tampaknya dirancang untuk mengirim pesan tanpa menyebabkan kerusakan yang terlalu besar,” ujar Julian Evans-Pritchard, Kepala Ekonomi China di Capital Economics.

Memicu Eskalasi

Meski begitu, Evans-Pritchard menilai ada risiko bahwa pembalasan China terlalu kecil untuk memberikan tekanan nyata pada AS agar membatalkan tarif, namun cukup berani untuk memicu eskalasi lebih lanjut.

Beijing turut menopang sentimen pasar dengan menetapkan nilai tukar yuan yang kuat, mengurangi kekhawatiran bahwa mereka mungkin membiarkan mata uangnya melemah guna mengimbangi dampak tarif terhadap ekspornya. Hal ini mendorong saham unggulan China naik 0,7% setelah kembali dari libur.

Sejalan dengan itu, indeks dolar turun ke 108,060 dari puncak 109,880 pada awal pekan. Euro menguat ke US$ 1,0384 dari level terendah dua tahun di US$ 1,0125. Dolar AS juga melemah terhadap yen Jepang, turun 0,5% ke level terendah tujuh minggu di 153,49, melewati level support 153,72.

Di pasar komoditas, harga emas mencetak rekor tertinggi baru di US$ 2.848 per ons, didorong oleh pelemahan dolar dan penurunan imbal hasil obligasi.

Berita Lainnya

Bursa Asia Mayoritas Melemah, Tertekan Harga Minyak

April 30, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Pasar Asia-Pasifik dibuka mayoritas melemah pada perdagangan Kamis, (30/4/2026) mengikuti penurunan indeks utama Wall Street semalam. Sentimen […]

BNIS Fixed Income Daily Report

April 30, 2026

Bond Market Review (Wednesday,04/29) Prices of Government Debt Securities (SUN) extended their weakening trend in yesterday’s trading session. PHEI data […]

Berita Lainnya

Bursa Asia Mayoritas Melemah, Tertekan Harga Minyak

April 30, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Pasar Asia-Pasifik dibuka mayoritas melemah pada perdagangan Kamis, (30/4/2026) mengikuti penurunan indeks utama Wall Street semalam. Sentimen […]

BNIS Fixed Income Daily Report

April 30, 2026

Bond Market Review (Wednesday,04/29) Prices of Government Debt Securities (SUN) extended their weakening trend in yesterday’s trading session. PHEI data […]

Scroll to Top