Mei 2, 2024

The Fed Kembali Tahan Suku Bunga Gara-gara Inflasi AS Masih Tinggi

Jakarta, CNN Indonesia — Bank Sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan di level 5,25 persen – 5,50 persen karena inflasi masih jauh dari target 2 persen.Suku bunga di kisaran 5,25 persen hingga 5,50 persen ini berlaku sejak Juli 2023.Pilihan menahan suku bunga ini diambil lantaran inflasi masih sulit dikendalikan agar turun menuju target.Gubernur The Fed Jerome Powell menyebut kenaikan harga-harga alias inflasi masih naik terlalu cepat. Meski kenaikannya mulai landai, angka inflasi dinilai masih tinggi.”Inflasi masih terlalu tinggi,” ujarnya saat konferensi pers, dikutip CNBC International, Kamis (2/5).”Kemajuan lebih lanjut dalam menurunkannya (inflasi) masih belum pasti dan arah ke depan masih belum pasti,” imbuhnya.Pasar merespons positif komentar Powell yang dipandang sebagai sinyal bahwa The Fed tidak mungkin menaikkan suku bunga lagi ke depan. Dow Jones Industrial Average melonjak 500 poin setelah pernyataan tersebut.Inflasi AS berada di level 3,5 persen pada Maret 2024, naik dibandingkan Februari 2024 yang berada di level 3,2 persen.

Berita Lainnya

Breaking! IHSG Dibuka Turun 0,32%

Maret 13, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dalam tekanan pagi ini, Jumat (13/3/2026). IHSG mengawali perdagangan dengan penurunan […]

Trimegah FI Daily

Maret 13, 2026

Fixed InSight Today’s highlights: Trump planned to suspend the Jones Act, which would allow foreign tankers to transport oil between […]

Berita Lainnya

Breaking! IHSG Dibuka Turun 0,32%

Maret 13, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dalam tekanan pagi ini, Jumat (13/3/2026). IHSG mengawali perdagangan dengan penurunan […]

Trimegah FI Daily

Maret 13, 2026

Fixed InSight Today’s highlights: Trump planned to suspend the Jones Act, which would allow foreign tankers to transport oil between […]

Scroll to Top