Desember 7, 2021

Pemerintah Tarik Utang Luar Negeri, Cadangan Devisa RI Naik ke US$ 145,9 M

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2021 US$ 145,9 miliar. Angka ini lebih tinggi dibandingkan posisi akhir Oktober 2021 sebesar US$ 145,5 miliar.Kenaikan cadangan devisa ini dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan posisi cadangan devisa ini setara dengan pembiayaan 8,3 bulan impor atau 8,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.”Serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor,” kata Erwin dalam keterangan tertulis, Selasa (7/12/2021).Dia menyebutkan cadangan devisa ini mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. BI memandang cadangan devisa Indonesia tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga.”Seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi,” jelas dia.

Berita Lainnya

Rupiah Asset Classes Weakened amid Continued Foreign Equity Outflows and a Stronger US Dollar

Juni 25, 2026

Rupiah-denominated assets weakened on Wednesday, with the JCI declining, government bond yields rising, and the rupiah depreciating against the US […]

Ekonom: Kenaikan BI Rate Jadi Langkah Rasional untuk Jaga Rupiah

Juni 24, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75% melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) […]

Berita Lainnya

Rupiah Asset Classes Weakened amid Continued Foreign Equity Outflows and a Stronger US Dollar

Juni 25, 2026

Rupiah-denominated assets weakened on Wednesday, with the JCI declining, government bond yields rising, and the rupiah depreciating against the US […]

Ekonom: Kenaikan BI Rate Jadi Langkah Rasional untuk Jaga Rupiah

Juni 24, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75% melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) […]

Scroll to Top