Desember 2, 2020

Sri Mulyani Ramal Inflasi 2020 Terendah Selama Era Jokowi

Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi tingkat inflasi sepanjang 2020 hanya berkisar 1,5 persen. Ini menjadi angka terendah dalam enam tahun terakhir atau selama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).”Dengan covid-19, outlook 2020 diperkirakan inflasi 1,5 persen, ini sangat rendah dalam enam tahun terakhir,” ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (2/12).Ia menyatakan rendahnya tingkat inflasi disebabkan pandemi covid-19. Wabah itu telah membuat permintaan di pasar turun signifikan.”Ini bisa memberikan cost of fund lebih rendah, tapi tetap perlu hati-hati melihat permintaan yang harus perlu diperkuat,” jelas Sri Mulyani.Sementara, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat mencatat terjadi inflasi sebesar 0,28 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada November 2020. Inflasi lebih tinggi dibandingkan Oktober 2020 sebesar 0,07 persen.Angka itu itu juga lebih tinggi dibandingkan inflasi November tahun lalu sebesar 0,14 persen. Sementara itu, secara tahun berjalan (year-to-date/ytd) terjadi inflasi sebesar 1,23 persen persen. Sedangkan secara tahunan (year-on-year/yoy) inflasi mencapai 1,59 persen pada November ini.BPS mencatat mayoritas kelompok pengeluaran mengalami inflasi. Lalu, dua kelompok lainnya mengalami deflasi.Berdasarkan wilayah, inflasi terjadi di 83 kota dari 90 kota IHK. Sementara 7 kota lainnya mengalami deflasi.Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 1,15 persen dan terendah di Bima sebesar 0,01 persen. Kemudian, deflasi tertinggi terjadi di Kendari dengan minus 0,22 persen dan terendah di Meulaboh dengan minus 0,01 persen.

Berita Lainnya

Rupiah Asset Classes Weakened amid Continued Foreign Equity Outflows and a Stronger US Dollar

Juni 25, 2026

Rupiah-denominated assets weakened on Wednesday, with the JCI declining, government bond yields rising, and the rupiah depreciating against the US […]

Ekonom: Kenaikan BI Rate Jadi Langkah Rasional untuk Jaga Rupiah

Juni 24, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75% melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) […]

Berita Lainnya

Rupiah Asset Classes Weakened amid Continued Foreign Equity Outflows and a Stronger US Dollar

Juni 25, 2026

Rupiah-denominated assets weakened on Wednesday, with the JCI declining, government bond yields rising, and the rupiah depreciating against the US […]

Ekonom: Kenaikan BI Rate Jadi Langkah Rasional untuk Jaga Rupiah

Juni 24, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75% melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) […]

Scroll to Top