Harga Emas: Harga emas global turun sekitar 6,0% ke sekitar USD4.100/ons, merupakan penurunan harga harian terbesar sejak April 2013 seiring aksi profit taking investor dan meningkatnya optimisme atas meredanya tensi perdagangan AS-China. Presiden Donald Trump dan Xi Jinping dijadwalkan bertemu pekan depan untuk membahas perang tarif, sementara berakhirnya musim belanja emas di India juga membebani permintaan emas secara fisik. (Reuters)
Kesepakatan Mineral AS–Australia: AS dan Australia meneken kesepakatan USD3 miliar untuk memperkuat penambangan dan pengolahan mineral penting guna mengurangi ketergantungan pada China. Namun, para ahli menilai pergeseran rantai pasok akan memakan waktu karena China masih menguasai 90% pemurnian global. Dampak nyata baru diperkirakan muncul setelah 2027. (Reuters)
Proyeksi FFR: Fed diprediksi menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bp bulan ini, menurut jajak pendapat Reuters. Ekonom masih terbelah soal arah kebijakan 2026 di tengah keterbatasan data akibat penutupan pemerintahan AS. Sebagian besar memperkirakan pelonggaran bertahap untuk menjaga lapangan kerja, meski inflasi AS di atas target 2% masih jadi risiko. (Reuters)
Perdana Menteri Baru Jepang: Sanae Takaichi resmi terpilih sebagai perdana menteri perempuan pertama Jepang setelah meraih 237 suara di parlemen. Sanae membentuk kabinet persatuan dan menunjuk Satsuki Katayama sebagai menteri keuangan perempuan pertama. Takaichi menghadapi tantangan inflasi dan stabilitas politik domestik, sekaligus mempertahankan kebijakan fiskal pro-pertumbuhan. (Bloomberg)
Indeks USD: Indeks dolar naik ke sekitar level 98,9, hampir mencapai level tertingginya dalam satu pekan terakhir. Direktur Dewan Ekonomi Nasional, Kevin Hassett, menyatakan bahwa shutdown pemerintah AS akan berakhir pekan ini. Selain itu, USD index juga mendapatkan dukungan dari depresiasi Yen. Yen jatuh ke level terendahnya selama enam hari terakhir setelah Sanae Takaichi, seorang konservatif garis keras, menjadi perdana menteri wanita pertama Jepang. (CNBC)