Kebijakan Tarif Trump: Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS telah mencapai kesepakatan perdagangan dengan Indonesia setelah berbicara dengan Presiden Prabowo Subianto. Indonesia tidak akan mengenakan tarif apa pun terhadap ekspor Amerika, sebaliknya AS akan mengenakan tarif sebesar 19% terhadap ekspor Indonesia. (CNN)
Pertumbuhan Ekonomi China: Pada 2Q25, pertumbuhan ekonomi China melambat ke 5,2% YoY (vs. 5,4% YoY pada 1Q25), meskipun masih sedikit di atas ekspektasi konsensus sebesar 5,1% YoY. Dengan tekanan dari tarif AS dan lemahnya konsumsi domestik, konsensus memproyeksikan pertumbuhan PDB China akan melambat menjadi 4,6% YoY pada 2025 dan 4,2% YoY pada 2026. (Reuters)
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Menteri Keuangan Sri Mulyani merevisi proyeksi5 pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7%–5,0% YoY, lebih rendah dibandingkan dengan asumsi APBN 2025 sebesar 5,2% YoY. Revisi ini sejalan dengan proyeksi terbaru Bank Dunia dan IMF yang juga menurunkan estimasi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% YoY dari sebelumnya 5,1% YoY. (Bloomberg Technoz)
Pembayaran Bunga Utang RI: Pembayaran bunga utang pemerintah Indonesia diproyeksikan mencapai Rp552,1 triliun hingga akhir 2025. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa hingga Juni 2025, pembayaran bunga telah mencapai 46,5% (Rp257,08 triliun) dari pagu anggaran negara, naik sebesar 7,13% YoY. Sebagian besar berasal dari bunga utang dalam negeri sebesar Rp235,15 triliun, sementara bunga utang luar negeri sedikit menurun menjadi Rp21,9 triliun. (CNBC)
Perjanjian Dagang Indo-Eropa: Perjanjian dagang Indonesia–Uni Eropa (IEU-CEPA) hampir rampung setelah melalui proses negosiasi selama satu dekade. Ditargetkan untuk diselesaikan dan diberlakukan tahun ini, perjanjian ini bertujuan menghapus tarif hingga 80% dari seluruh barang yang diperdagangkan. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani tetap optimistis bahwa kesepakatan ini dapat mendorong perdagangan bilateral secara signifikan, dengan potensi menggandakan volume perdagangan Indonesia–Uni Eropa hingga mencapai USD60 miliar. (Antara)