Juni 24, 2025

Market Brief

Pasar surat utang Indonesia berdenominasi Rupiah melemah pada perdagangan awal pekan ini. Yield SUN naik di kisaran 1-6 basis poin (bp), dimana yield SUN acuan tenor 10 tahun naik 6 bp ke level 6,82%. Nilai tukar Rupiah melemah ke level IDR16,492/USD kemarin, dari IDR16.397/USD pada posisi penutupan Jumat pekan lalu. Aktivitas perdagangan SBN melambat, dimana volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar IDR24,1 triliun, turun dari IDR24,7 triliun di hari Jumat. Volume perdagangan obligasi korporasi tercatat sebesar IDR4,7 triliun. Sementara itu, yield obligasi pemerintah Indonesia berdenominasi USD bergerak dalam rentang yang terbatas, dimana yield Indo-30, Indo-35, dan Indo-54 masing-masing ditutup di level 4,41% (-1 bp) , 5,20% (+0 bp), dan 5,68% (-1 bp).

Yield U.S. Treasury turun pada perdagangan awal pekan ini, yang didorong oleh aksi flight to safety seiring adanya serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer AS. Ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah mendorong minat investor terhadap aset-aset yang lebih aman di pasar obligasi pemerintah AS. Penurunan yield berlanjut setelah Qatar melaporkan bahwa serangan rudal Iran berhasil dihadang, meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global dan menurunkan risiko tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi. Pasar obligasi AS juga mendapat dukungan dari pernyataan dovish sejumlah pejabat Federal Reserve. Gubernur The Fed, Michelle Bowman, menyatakan akan mendukung penurunan suku bunga pada pertemuan FOMC bulan Juli, selama tekanan inflasi tetap terkendali. Pandangan tersebut sejalan dengan pernyataan Gubernur The Fed, Christopher Waller, pada hari Jumat pekan lalu, yang turut memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat. Merespons hal tersebut, pelaku pasar meningkatkan ekspektasi terhadap penurunan suku bunga Fed, dengan proyeksi pemangkasan suku bunga the Fed total sebesar 50 bp hingga akhir tahun. Probabilitas penurunan suku bunga sebesar 25 bp pada bulan Juli diperkirakan sekitar 20%, sementara pertemuan FOMC di bulan September dinilai lebih berpeluang untuk menjadi momen dimulainya pemangkasan suku bunga, dengan probabilitas pemangkasan sebesar 64,1%. Yield U.S. Treasury turun di seluruh tenor, dimana yield tenor 2 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun masing-masing turun ke level 3,86% (-5 bp), 3,91% (-5 bp), 4,35% (-3 bp), dan 4,88% (-1 bp). Sejalan dengan pasar obligasi AS, yield obligasi Eropa juga turun, dimana yield obligasi Pemerintah Jerman, Inggris, dan Prancis tenor 10 tahun masing – masing ditutup di level 2,51% (-1 bp), 4,49% (-5 bp), dan 3,23% (-1 bp).

Meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah berpotensi mengurangi minat investor global terhadap aset – aset yang lebih berisiko, sehingga dapat membatasi ruang penurunan yield di pasar surat utang Indonesia dalam jangka pendek. Namun demikian, pelemahan indeks USD dapat memberikan dukungan bagi mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah, sehingga berpotensi meredam tekanan kenaikan yield di pasar surat utang domestik. Fokus investor hari ini akan tertuju pada lelang Sukuk Negara. Hasil lelang yang solid—ditandai dengan tingginya permintaan investor dan volume penerbitan yang sejalan dengan target indikatif Pemerintah—dapat menjadi katalis positif jangka pendek bagi pasar obligasi domestik.

Fixed Income News

• Pemerintah akan melakukan lelang Sukuk Negara hari ini dengan target indikatif sebesar IDR8,0 triliun.

• PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berencana untuk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan VII Tower Bersama Infrastructure Tahap I Tahun 2025 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tower Bersama Infrastructure Tahap I Tahun 2025 masing-masing sebesar IDR750,0 miliar.

Best Regards,

Bahana Sekuritas Fixed Income Research

Berita Lainnya

Rupiah Pagi Berotot di Rp16.851 per Dolar AS Usai Harga Minyak Turun

Maret 11, 2026

Jakarta, CNN Indonesia — Nilai tukar rupiah berada di level Rp16.851 per dolar AS pada Rabu (11/3) pagi. Mata uang Garuda menguat […]

Softer Sukuk Auction Demand; Rupiah Assets Rally on Domestic Support

Maret 11, 2026

Total incoming bids in the final 1Q26 sukuk auction softened further to Rp31tn (vs. Rp35.6tn on 24-Feb; YTD average: Rp40.9tn), […]

Berita Lainnya

Rupiah Pagi Berotot di Rp16.851 per Dolar AS Usai Harga Minyak Turun

Maret 11, 2026

Jakarta, CNN Indonesia — Nilai tukar rupiah berada di level Rp16.851 per dolar AS pada Rabu (11/3) pagi. Mata uang Garuda menguat […]

Softer Sukuk Auction Demand; Rupiah Assets Rally on Domestic Support

Maret 11, 2026

Total incoming bids in the final 1Q26 sukuk auction softened further to Rp31tn (vs. Rp35.6tn on 24-Feb; YTD average: Rp40.9tn), […]

Scroll to Top