Juni 5, 2025

Bahana Sekuritas – News Highlights

Market Brief

Pasar surat utang Indonesia berdenominasi Rupiah menguat terbatas seiring penguatan nilai tukar Rupiah. Yield SUN turun pada kisaran 1–3 basis poin (bp), dimana yield SUN tenor 10 tahun turun 2 bp ke level 6,82%. Nilai tukar Rupiah menguat terbatas ke level IDR16.295/USD, dari posisi penutupan hari sebelumnya di level IDR16.309/USD. Aktivitas perdagangan di pasar SBN cenderung melambat, dengan total volume transaksi secara outright tercatat sebesar IDR23,5 triliun kemarin, turun dari IDR34,7 triliun pada hari sebelumnya. Sementara itu, volume perdagangan obligasi korporasi tercatat sebesar IDR3,7 triliun. Di pasar obligasi pemerintah berdenominasi USD, pergerakan yield cenderung terbatas, dimana yield Indo-30 dan Indo-35 masing-masing turun 1 bp ke level 4,59% dan 5,33%, sementara yield Indo-54 naik 2 bp ke level 5,79%.

Yield U.S. Treasury turun pada perdagangan semalam seiring adanya rilis data ekonomi yang lebih lemah dari ekspektasi, yang memperkuat ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan September. Yield obligasi pemerintah AS tenor 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, dan 30 tahun masing-masing turun pada kisaran 8–10 basis poin (bp), dan ditutup di level 3,87%, 3,92%, 4,36%, dan 4,88%. Data ketenagakerjaan dari ADP menunjukkan perlambatan signifikan dalam penciptaan lapangan kerja sektor swasta, dimana penambahan tenaga kerja hanya tercatat sebesar 37.000 pada bulan Mei—jauh di bawah angka revisi bulan April sebesar 60.000 dan ekspektasi konsensus Bloomberg sebesar 114.000. Angka ini merupakan yang terendah sejak Maret 2023, memberikan sinyal pelemahan momentum di pasar tenaga kerja AS. Selain itu, aktivitas sektor jasa juga menunjukkan tanda-tanda kontraksi, dimana indeks ISM Services tercatat turun menjadi 49,9 pada bulan Mei dari 51,6 pada April, dibawah ambang batas 50,0 yang memisahkan fase ekspansi dan kontraksi, serta berada di bawah ekspektasi konsensus Bloomberg sebesar 52,0. Kombinasi indikator – indikator ekonomi yang lemah ini memperkuat keyakinan investor bahwa The Fed berpotensi untuk mulai melakukan pelonggaran kebijakan moneternya di bulan September. Berdasarkan data CME FedWatch Tool, probabilitas pemangkasan suku bunga di bulan tersebut meningkat menjadi 87,7%. Tekanan penurunan yield U.S. Treasury juga berasal dari penurunan harga minyak mentah, menyusul adanya laporan bahwa Arab Saudi terbuka untuk meningkatkan produksi. Harga minyak WTI ditutup melemah ke level USD62,7/barel semalam, dari USD63,4/barel pada hari sebelumnya. Sementara itu, pasar obligasi Eropa bergerak variatif, dimana yield obligasi pemerintah Jerman, Inggris, dan Prancis tenor 10 tahun masing-masing ditutup di level 2,53% (+1 bp), 4,61% (–3 bp), dan 3,20% (+1 bp).

Penurunan signifikan yield U.S. Treasury di tengah meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed berpotensi membuka ruang bagi penurunan yield obligasi di pasar surat utang Indonesia dalam jangka pendek. Namun demikian, potensi penguatan pasar secara signifikan diperkirakan akan cenderung terbatas, seiring kemungkinan pelaku pasar yang cenderung tidak terlalu agresif menjelang libur bursa besok.

Fixed Income News

• PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) berencana menerbitkan obligasi Berkelanjutan IV OCBC Tahap I 2025 senilai IDR1,5 triliun.

• PEFINDO menetapkan peringkat idAAA(cg) untuk rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan V PT Global Mediacom Tbk (BMTR) senilai maksimum Rp1,75 triliun, serta peringkat idAAA(sy)(cg) untuk rencana penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan V senilai maksimum Rp1,25 triliun.

Berita Lainnya

Breaking News! IHSG Turun 1%, Tekanan Jual Kian Dalam

April 2, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian tertekan pada perdagangan Kamis (2/4/2026). Hingga pukul 09.23 WIB, IHSG […]

Trade Review: March Goods Trade Surplus Remained Low Ahead of the War

April 2, 2026

Goods trade surplus stayed low. The goods trade surplus remained low at USD1.3bn in Feb albeit widening slightly from USD1bn in […]

Berita Lainnya

Breaking News! IHSG Turun 1%, Tekanan Jual Kian Dalam

April 2, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian tertekan pada perdagangan Kamis (2/4/2026). Hingga pukul 09.23 WIB, IHSG […]

Trade Review: March Goods Trade Surplus Remained Low Ahead of the War

April 2, 2026

Goods trade surplus stayed low. The goods trade surplus remained low at USD1.3bn in Feb albeit widening slightly from USD1bn in […]

Scroll to Top