Maret 19, 2025

Bahana Sekuritas Fixed Income Morning Flash – March 19, 2025

Market Brief

Harga obligasi berdenominasi Rupiah melemah terbatas pada perdagangan kemarin seiring pelemahan nilai tukar Rupiah. Yield SUN naik pada kisaran 1–4 bp di sepanjang kurva, dimana yield SUN tenor 10 tahun naik 4 bp ke level 7,03%. Nilai tukar rupiah melemah ke level IDR16.428/USD kemarin, dari level penutupan hari sebelumnya di level IDR16.406/USD. Volume perdagangan SBN secara outright tercatat sebesar IDR31,0 triliun kemarin, meningkat signifikan dari volume transaksi hari sebelumnya yang sebesar IDR13,4 triliun, seiring suksesnya lelang SUN kemarin. Sementara itu, volume perdagangan obligasi korporasi tercatat sebesar IDR1,8 triliun. Sejalan dengan pasar obligasi berdenominasi Rupiah, yield obligasi pemerintah berdenominasi USD juga meningkat pada perdagangan kemarin, dimana yield Indo-35 dan Indo-54 masing-masing ditutup di level 5,44% (+3 bp) dan 5,68% (+4 bp).

Yield U.S. Treasury ditutup menurun pada perdagangan semalam, menghapus kenaikan di awal perdagangan yang didorong oleh data ekonomi AS yang kuat dan inflasi Kanada yang lebih tinggi dari perkiraan. Housing starts di AS mencapai 1,50 juta unit di bulan Februari meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 1,35 juta unit, sementara indeks harga impor AS naik 0,4% MoM dan 2,0% YoY, melampaui ekspektasi konsensus sebesar 0,0% MoM dan 1,6% YoY. Selain itu, inflasi Kanada naik 1,1% MoM dan 2,6% YoY pada Februari, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,1% MoM dan 1,9% YoY, serta lebih tinggi dari perkiraan konsensus sebesar 0,6% MoM dan 2,1% YoY. Penurunan yield U.S. Treasury semalam terjadi seiring meningkatnya sentimen risk-off di pasar saham dan dimulainya pertemuan dua hari the Federal Reserve. The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya tidak berubah dalam pertemuan kali ini, dan the Fed juga akan memperbarui proyeksi ekonominya. Ketua The Fed, Jerome Powell, kemungkinan akan menghadapi pertanyaan terkait dampak tarif dan kebijakan lainnya terhadap inflasi serta kebijakan moneter ke depan. Yield obligasi melanjutkan penurunannya setelah lelang obligasi U.S. Treasury tenor 20 tahun senilai USD13,0 miliar mencatat permintaan yang kuat, dengan bid-to-cover ratio mencapai 2,78x—lebih tinggi dibandingkan lelang sebelumnya yang sebesar 2,43x. Yield U.S. Treasury tenor 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, dan 30 tahun masing-masing turun ke level 4,04% (-1 bp), 4,07% (-2 bp), 4,28% (-2 bp), dan 4,59% (-1 bp). Sementara itu, yield obligasi Eropa bergerak terbatas, dimana yield obligasi pemerintah Jerman, Inggris, dan Prancis tenor 10 tahun masing-masing ditutup di level 2,81% (-1 bp), 4,65% (+1 bp), dan 3,49% (+0 bp).

Yield obligasi di pasar surat utang Indonesia diperkirakan akan bergerak dalam rentang yang terbatas seiring kemungkinan investor yang cenderung wait and see menjelang RDG Bank Indonesia dan FOMC meeting. Sikap hati-hati ini juga tercermin dalam partisipasi investor dalam lelang SUN kemarin, di mana total penawaran investor hanya mencapai IDR61,8 triliun, lebih rendah dari bid dalam lelang SUN sebelumnya yang mencapai IDR75,8 triliun.

Fixed Income News

• Pemerintah menerbitkan SUN senilai IDR28,0 triliun melalui lelang SUN kemarin, diatas target indikatifnya yang sebesar IDR26,0 triliun.

• PEFINDO menegaskan peringkat idA+ untuk PT Global Mediacom Tbk (BMTR) serta peringkat idA+ dan idA+(sy) untuk obligasi dan sukuk BMTR yang masih beredar.

Best Regards,

Bahana Sekuritas Fixed Income Research

Berita Lainnya

Breaking News! IHSG Turun 1%, Tekanan Jual Kian Dalam

April 2, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian tertekan pada perdagangan Kamis (2/4/2026). Hingga pukul 09.23 WIB, IHSG […]

Trade Review: March Goods Trade Surplus Remained Low Ahead of the War

April 2, 2026

Goods trade surplus stayed low. The goods trade surplus remained low at USD1.3bn in Feb albeit widening slightly from USD1bn in […]

Berita Lainnya

Breaking News! IHSG Turun 1%, Tekanan Jual Kian Dalam

April 2, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian tertekan pada perdagangan Kamis (2/4/2026). Hingga pukul 09.23 WIB, IHSG […]

Trade Review: March Goods Trade Surplus Remained Low Ahead of the War

April 2, 2026

Goods trade surplus stayed low. The goods trade surplus remained low at USD1.3bn in Feb albeit widening slightly from USD1bn in […]

Scroll to Top