03 Aug 2021

Aset Berisiko Diminati Lagi, Rupiah Menguat ke Rp14.422

News 64 views

Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.422 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Senin (2/9) sore. Mata uang Garuda menguat 0,28 persen kalau dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp14.462 per dolar AS.
Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.456 per dolar AS atau menguat dibandingkan posisi hari sebelumnya, yakni Rp14.462 per dolar AS.

Sore ini, mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Tercatat, yen Jepang menguat 0,04 persen, dolar Singapura menguat 0,16 persen, dolar Taiwan naik 0,16 persen, peso Filipina naik 0,17 persen, dan rupee India menguat 0,07 persen.

Sedangkan, yuan China turun 0,02 persen, ringgit Malaysia berkurang 0,09 persen, bath Thailand melemah 0,19 persen, dan won Korea Selatan turun 0,07 persen.

Sementara itu, mayoritas mata uang di negara maju menguat terhadap dolar AS. Terpantau, poundsterling Inggris naik 0,05 persen, dolar Australia naik 0,11 persen, dan dolar Kanada bertambah 0,11 persen. Namun, franc Swiss turun 0,02 persen terhadap dolar AS.

Analisis Pasar Uang Ariston Tjendra menuturkan penguatan rupiah sore ini dipicu kembalinya minat pasar terhadap aset berisiko, termasuk rupiah yang merupakan mata uang di negara berkembang. Kondisi ini ditandai dengan menguatnya sejumlah bursa saham di Eropa dan Asia.

"Minat pasar terhadap aset berisiko meninggi, dilihat dari indeks saham Eropa menguat, kemudian Asia juga ditutup menguat semua," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Menurutnya, kembalinya minat pasar itu ditopang laporan keuangan perusahaan pada kuartal II 2021 yang sesuai ekspektasi pasar. Selain itu, pasar melihat optimisme pertumbuhan ekonomi ke depan dari indikator inflasi AS yang melebihi target.

Tercatat, Core Personal Consumption Expenditure (PCE) Price Index AS mencapai angka 3,5 persen (yoy) pada Juli, atau melebihi target 2 persen.

"Namun, pasar masih dibayangi sentimen kasus covid-19 sehingga sentimennya silih berganti," imbuhnya.


Material Download
Helpdesk
021 5227674 sekretariat.himdasun@gmail.com